SMAN 1 Amuntai Gelar Upacara Bendera Apel Pagi Senin, 30 Maret 2026
SMAN 1 Amuntai kembali menyelenggarakan Upacara
Bendera Apel Pagi pada Senin, 30 Maret 2026 sebagai bagian dari agenda rutin
sekolah dalam membentuk kedisiplinan, karakter, serta rasa tanggung jawab
peserta didik. Upacara yang berlangsung di Lapangan Basket SMAN 1 Amuntai ini
diikuti oleh seluruh peserta didik, dewan guru, serta staf sekolah. Bertindak
sebagai Pembina Upacara, Bapak Sukiman, S.Pd., MM, sementara petugas upacara
dipercayakan kepada pengurus OSIS SMAN 1 Amuntai.
Kegiatan upacara dimulai sejak pukul 07.30 WITA dan
berjalan dengan tertib serta khidmat. Seluruh peserta menunjukkan sikap
disiplin dan semangat setelah sebelumnya menjalani libur Hari Raya Idulfitri.
Momentum ini sekaligus menjadi awal yang baik untuk kembali memfokuskan diri
pada kegiatan belajar mengajar di sekolah.

Dalam amanatnya, Pembina Upacara Bapak Sukiman,
S.Pd., MM menyampaikan pesan mendalam mengenai makna “kembali” setelah melalui
bulan Ramadhan dan hari raya. Beliau mengingatkan bahwa dalam kehidupan ini
manusia akan selalu berputar pada satu titik, yaitu kembali kepada fitrah.
Seperti burung yang sejauh apa pun terbang, tetap akan kembali ke sarangnya,
begitu pula manusia, sejauh apa pun merantau akan selalu merindukan kampung
halamannya. Analogi tersebut menjadi pengingat bahwa pada akhirnya manusia akan
kembali ke tempat asalnya: kampung halaman para leluhur, yaitu Nabi Adam dan
Hawa.
Beliau juga mengajak seluruh peserta didik untuk
membersihkan diri dari energi negatif seperti dendam, dengki, egois, dan rasa
iri. Menyimpan energi negatif, menurut beliau, bagaikan menyimpan “virus” yang
perlahan menggerogoti diri sendiri hingga melemahkan semangat, menghambat ilmu,
dan menjauhkan seseorang dari manfaat. Oleh karena itu, beliau menekankan
pentingnya menjaga hati tetap bersih agar menjadi pribadi yang kuat, berdaya,
dan bermanfaat bagi orang lain.
Terkait persiapan akademik, terutama untuk kelas
XII, Pembina Upacara kembali mengingatkan bahwa Ujian Sekolah sudah semakin
dekat. Peserta didik diminta untuk mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya,
terlebih bagi mereka yang telah memperoleh sertifikat TKA, karena kelulusan dan
ijazah akan sangat dipengaruhi oleh hasil Ujian Sekolah. Ia menegaskan bahwa
perencanaan terkait acara perpisahan jangan diputuskan secara tergesa-gesa.
Kepala sekolah se-Kalimantan Selatan dijadwalkan mengadakan rapat melalui Zoom
Meeting untuk membahas regulasi dan kebijakan pelaksanaan perpisahan,
sehingga sekolah menunggu keputusan resmi dari Dinas Pendidikan. Termasuk pula
keputusan apakah kelas X dan XI akan diliburkan ketika kelas XII melaksanakan
Ujian Sekolah.
Dalam kesempatan tersebut, Bapak Sukiman juga
menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta didik dan guru yang telah
mengharumkan nama sekolah, khususnya peserta ANBK Nasional, serta para guru
yang telah bekerja keras mengelola Rapor Mutu Sekolah 2025, sehingga SMAN 1
Amuntai memperoleh capaian yang sangat baik. Hampir seluruh indikator berada
pada kategori hijau dan berada di atas rata-rata provinsi. Capaian ini penting
sebagai modal awal menuju proses akreditasi sekolah pada tahun 2027, mengingat
akreditasi SMAN 1 Amuntai pada 30 Desember 2026 akan memasuki masa kedaluwarsa.
Data Rapor Mutu tahun 2024, 2025, dan 2026 akan menjadi dasar penilaian untuk
meraih kembali akreditasi A, dengan target nilai 93.

Upacara pagi tersebut ditutup dengan doa bersama
dan salam-salaman sebagai bentuk kebersamaan serta kekompakan warga SMAN 1
Amuntai. Kegiatan berjalan lancar dan meninggalkan pesan mendalam bagi seluruh
peserta didik untuk kembali menata niat, menguatkan semangat belajar, serta
menjaga disiplin dalam menjalani aktivitas pendidikan di sisa tahun ajaran yang
semakin padat.
Dengan semangat baru pascalibur Hari Raya,
diharapkan seluruh warga SMAN 1 Amuntai dapat menjalani kegiatan pembelajaran
dengan motivasi tinggi serta tekad yang kuat dalam meraih prestasi terbaik.
Semoga SMAN 1 Amuntai terus menjadi sekolah yang unggul, berprestasi, dan
melahirkan generasi yang berkarakter serta berintegritas. (smansa/Rini
Hartati)
