Peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah dan Haul Abah Guru Sekumpul ke 21 di SMAN 1 Amuntai
Dalam rangka meningkatkan keimanan dan ketakwaan warga sekolah, SMAN 1 Amuntai menyelenggarakan Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah yang dirangkaikan dengan Haul Abah Guru Sekumpul ke-21 pada Senin, 19 Januari 2026. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula SMAN 1 Amuntai dan diikuti oleh para pelajar, dewan guru, serta seluruh staf sekolah dengan penuh khidmat.
Kegiatan diawali dengan pembacaan Habsyi yang
dibawakan oleh perwakilan guru dan siswa, menciptakan suasana religius sejak
awal acara. Selanjutnya, pembacaan Al-Qur’an dilantunkan oleh ananda Alfi,
dengan saritilawah Bahasa Indonesia oleh Lufia Zulfa Azizah dan saritilawah
Bahasa Inggris oleh Sri Muliyani. Acara dipandu oleh pembawa acara ananda M.
Arista Pradana dengan tertib dan lancar.
Sambutan disampaikan oleh Kepala SMAN 1 Amuntai,
Bapak Sukiman, S.Pd., MM, yang mengungkapkan rasa syukur atas terselenggaranya
kegiatan ini. Beliau juga menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada K.H.M.
Said, Lc., M.A yang telah berkenan hadir dan memberikan tausiyah, serta
berharap semoga seluruh hajat dan kebaikan beliau dibalas oleh Allah SWT.

Memasuki acara inti, K.H.M. Said, Lc., M.A
menyampaikan ceramah yang sarat makna. Beliau menjelaskan bahwa dalam Islam
terdapat beberapa hari besar keagamaan yang menjadi momentum penting bagi umat,
di antaranya Tahun Baru Islam 1 Muharram, Isra Mi’raj 27 Rajab, Idul Fitri 1–2
Syawal, Idul Adha 10 Zulhijah, dan Maulid Nabi Muhammad SAW 12 Rabiul Awal.
Beliau juga menguraikan nama-nama bulan dalam kalender Hijriah serta makna
spiritual bulan Rajab, Sya’ban, dan Ramadhan, yang diibaratkan sebagai masa
menanam, menyiram, dan memanen amal kebaikan.
Dalam ceramahnya, K.H.M. Said juga mengisahkan
perjalanan hidup Nabi Muhammad SAW, mulai dari kelahiran di Mekkah, diangkat
menjadi Rasul pada usia 40 tahun, berdakwah selama 13 tahun di Mekkah dan 10
tahun di Madinah, hingga wafat pada usia 63 tahun. Peristiwa Isra Mi’raj,
menurut beliau, bukan hanya perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan spiritual
yang memperkuat keimanan dan keyakinan terhadap kebesaran Allah SWT.
Beliau menekankan konsep Haqqul Yaqin, yaitu
tingkat keyakinan tertinggi dalam Islam, di mana seseorang merasakan kebenaran
iman secara langsung tanpa keraguan. Ciri orang-orang saleh, ulama, dan wali
Allah adalah perilaku dan ilmunya yang senantiasa mengingatkan manusia kepada
Allah dan kehidupan akhirat, sebagaimana shalat lima waktu yang menjadi
kewajiban utama umat Islam.

Kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab.
- Bapak Ahmad Zaini, S.Pd menanyakan pengaruh
media sosial terhadap siswa dan bagaimana pendampingan yang tepat. K.H.M.
Said menjawab bahwa media sosial hendaknya dimanfaatkan untuk mengakses
konten edukatif dan ilmiah yang menguatkan iman, termasuk bukti kebesaran
Allah melalui penciptaan alam semesta.
- Hudaibil Nazima menanyakan hubungan Isra
Mi’raj dengan shalat lima waktu. Dijelaskan bahwa shalat telah ada
sebelumnya, namun melalui Isra Mi’raj, Allah SWT menetapkan tata cara dan
kewajiban shalat secara sempurna.
- Nauval Saubari bertanya mengenai keikhlasan
dalam mengikuti kegiatan keagamaan. Beliau menjelaskan bahwa mengikuti
kegiatan dengan kesadaran dan niat yang baik akan mendatangkan pahala yang
besar.
Acara ditutup dengan pembacaan doa yang dipimpin
langsung oleh K.H.M. Said, Lc., M.A, dilanjutkan dengan penyerahan
kenang-kenangan dari Kepala SMAN 1 Amuntai sebagai bentuk penghormatan dan
apresiasi, serta diakhiri dengan foto bersama.

Melalui kegiatan ini, SMAN 1 Amuntai berharap
nilai-nilai spiritual, kecintaan kepada Rasulullah SAW, serta keteladanan para
ulama dapat semakin tertanam dalam diri peserta didik dan seluruh warga
sekolah, sehingga menjadi bekal dalam kehidupan sehari-hari dan masa depan. smansa/Rini Hartati)
