BERITA


Jumat Taqwa dan Jumat Bersama Guru Wali SMAN 1 Amuntai Menumbuhkan Keimanan, Adab, Kepedulian, dan Kedekatan antara Guru dan Siswa

SMAN 1 Amuntai, 7 Agustus 2026 – Suasana penuh kekhusyukan, kebersamaan, dan kehangatan terasa di lingkungan SMAN 1 Amuntai pada Jum’at, 7 Agustus 2026. Seluruh warga sekolah yang terdiri atas peserta didik, dewan guru, dan staf mengikuti rangkaian kegiatan Jum’at Taqwa dan Jum’at Bersama Guru Wali sebagai bagian dari upaya membangun karakter peserta didik yang beriman, berakhlak, disiplin, peduli, serta memiliki hubungan yang harmonis dengan seluruh warga sekolah.

Kegiatan Jum’at Taqwa dilaksanakan di Lapangan Basket SMAN 1 Amuntai, sedangkan kegiatan Jum’at Bersama Guru Wali dilaksanakan di beberapa tempat yang telah dipersiapkan, di antaranya musholla, perpustakaan, laboratorium Biologi, lapangan basket, serta ruang kelas. Kegiatan ini menjadi salah satu momen penting bagi warga sekolah untuk tidak hanya meningkatkan nilai-nilai keagamaan, tetapi juga mempererat hubungan antara peserta didik dengan guru wali dalam suasana yang lebih dekat dan terbuka.

Rangkaian kegiatan dimulai pada pukul 07.30 WITA. Seluruh peserta didik, dewan guru, dan staf SMAN 1 Amuntai berkumpul di Lapangan Basket sekolah dengan tertib. Kegiatan diawali dengan tadarus Al-Qur’an yang dilaksanakan secara bersama-sama.

Suasana pagi yang tenang semakin terasa khidmat ketika seluruh warga sekolah melanjutkan kegiatan dengan membaca Asmaul Husna. Kegiatan ini menjadi sarana untuk mengawali aktivitas sekolah dengan mengingat dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Tadarus Al-Qur’an dan pembacaan Asmaul Husna bukan sekadar kegiatan rutin, tetapi juga menjadi bagian dari pembiasaan positif bagi peserta didik. Melalui kegiatan tersebut, siswa diajak untuk membangun kebiasaan membaca Al-Qur’an, memperkuat nilai spiritual, serta memahami bahwa pendidikan tidak hanya berkaitan dengan pengetahuan akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan akhlak.

Setelah tadarus dan Asmaul Husna selesai, kegiatan dilanjutkan dengan shalat Dhuha berjamaah yang dipimpin oleh Bapak Rahmanoor, S.Pd. Pelaksanaan shalat Dhuha secara bersama-sama menjadi momentum untuk menanamkan kebiasaan beribadah dan membangun kedisiplinan spiritual di kalangan peserta didik.

Usai pelaksanaan shalat Dhuha, kegiatan dilanjutkan dengan kultum yang disampaikan oleh Kepala SMAN 1 Amuntai, Bapak Sukiman, S.Pd., MM.

Dalam penyampaiannya, beliau mengingatkan seluruh peserta didik bahwa setiap manusia pada dasarnya adalah saudara dan sudah sepatutnya saling menjaga, menghargai, serta berbuat baik kepada sesama.

Pesan tersebut menjadi pengingat penting bagi seluruh siswa agar senantiasa membangun hubungan yang baik dengan teman, guru, maupun seluruh warga sekolah. Kebaikan hendaknya dilakukan dengan cara yang baik pula, sehingga tercipta lingkungan sekolah yang aman, nyaman, harmonis, dan penuh rasa saling menghargai.

Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah pentingnya menghindari perundungan atau bullying di lingkungan sekolah. Peserta didik diingatkan agar tidak melakukan tindakan yang dapat menyakiti teman, baik secara fisik maupun verbal. Berkelahi, mengejek, merendahkan, mengucilkan, maupun melakukan tindakan lain yang membuat orang lain merasa tidak nyaman merupakan perilaku yang harus dihindari.

Sekolah bukan hanya tempat untuk belajar berbagai mata pelajaran, tetapi juga tempat untuk belajar menjadi manusia yang mampu menghargai dan menghormati orang lain.

Dalam kultumnya, Kepala Sekolah juga menekankan pentingnya adab dalam kehidupan sehari-hari. Peserta didik diingatkan untuk selalu menjaga sikap dan sopan santun kepada siapapun, terlebih kepada bapak dan ibu guru serta seluruh warga sekolah.

Ungkapan “adab di atas ilmu” menjadi pesan yang sangat penting. Sebanyak apapun ilmu yang dimiliki seseorang, akan menjadi lebih bermakna apabila disertai dengan sikap yang baik, sopan, rendah hati, dan mampu menghargai orang lain.

Peserta didik diharapkan mampu menerapkan adab tersebut dalam berbagai situasi, baik ketika berada di dalam kelas, lingkungan sekolah, maupun ketika berinteraksi di luar sekolah. Sikap menghormati guru, menghargai teman, menjaga tutur kata, dan menaati aturan merupakan bagian dari pendidikan karakter yang harus dibangun secara bersama-sama.

Selain mengingatkan tentang adab, Kepala Sekolah juga mengajak seluruh peserta didik untuk selalu menaati aturan dan tata tertib sekolah.

Kedisiplinan merupakan salah satu kunci dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang tertib dan kondusif. Oleh karena itu, siswa diingatkan untuk menghindari berbagai bentuk pelanggaran tata tertib, termasuk larangan merokok di lingkungan sekolah serta menjaga kerapian dalam berpakaian.

Hal-hal sederhana seperti memasukkan baju dengan rapi, menjaga penampilan, dan menggunakan pakaian sesuai dengan ketentuan sekolah merupakan bentuk tanggung jawab peserta didik terhadap dirinya sendiri maupun terhadap lingkungan sekolah.

Kedisiplinan tidak hanya ditunjukkan melalui hal-hal besar, tetapi juga melalui kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten setiap hari.

Pesan berikutnya yang disampaikan adalah tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sekolah. Kebersihan merupakan tanggung jawab seluruh warga sekolah, bukan hanya petugas kebersihan.

Peserta didik secara khusus diingatkan agar menjaga kebersihan ruang kelas masing-masing. Kelas yang bersih dan tertata akan menciptakan suasana belajar yang lebih nyaman dan menyenangkan.

Perhatian juga diberikan terhadap kebersihan toilet siswa. Peserta didik diimbau untuk tidak membuang benda atau sampah ke dalam toilet yang dapat menyebabkan saluran tersumbat. Sampah harus dibuang pada tempat yang telah disediakan.

Pesan tersebut mengajarkan bahwa menjaga kebersihan tidak cukup hanya dengan berbicara tentang kebersihan, tetapi harus diwujudkan melalui perilaku nyata.

Begitu pula dengan penampilan diri. Peserta didik diharapkan mampu menjaga kebersihan dan kerapian diri sebagai bagian dari pembentukan karakter. Jika siswa ingin memiliki penampilan yang baik, maka kebersihan lingkungan di sekitarnya juga harus menjadi perhatian.

Wajah yang bersih dan penampilan yang rapi perlu diimbangi dengan lingkungan kelas yang bersih dan nyaman.

Di tengah perkembangan teknologi dan media sosial yang semakin pesat, Kepala Sekolah juga memberikan perhatian khusus terhadap perilaku peserta didik di dunia digital.

Peserta didik diingatkan agar berhati-hati ketika menggunakan media sosial. Sebelum mengunggah, mengirim, maupun membagikan suatu informasi atau konten, siswa perlu berpikir dan mempertimbangkan dampaknya terlebih dahulu.

Media sosial dapat memberikan manfaat yang besar apabila digunakan secara bijak. Sebaliknya, penggunaan yang tidak bertanggung jawab dapat menimbulkan berbagai persoalan, baik bagi diri sendiri maupun orang lain.

Karena itu, peserta didik diharapkan mampu menjadi generasi yang cerdas dalam bermedia sosial. Jangan mudah membagikan sesuatu yang belum diketahui kebenarannya, jangan menyebarkan sesuatu yang dapat merugikan orang lain, dan hindari konten yang dapat menimbulkan konflik maupun citra negatif.

Setiap unggahan di media sosial dapat menjadi bagian dari gambaran diri seseorang. Oleh sebab itu, siswa perlu menjaga etika dan tanggung jawab dalam berkomunikasi di ruang digital.

Kepala Sekolah juga mengajak seluruh peserta didik untuk bersama-sama menjaga nama baik SMAN 1 Amuntai.

Sebagai bagian dari keluarga besar sekolah, setiap siswa memiliki tanggung jawab untuk menunjukkan perilaku yang baik, baik ketika berada di lingkungan sekolah maupun ketika berada di tengah masyarakat.

Sikap disiplin, santun, bertanggung jawab, peduli terhadap lingkungan, menghormati orang lain, serta aktif melakukan hal-hal positif merupakan bagian dari upaya memberikan citra baik bagi sekolah.

Peserta didik diajak untuk berlomba-lomba dalam kebaikan dan memberikan kontribusi positif bagi lingkungan sekitarnya. Prestasi akademik memang penting, tetapi karakter dan perilaku baik juga menjadi bagian yang tidak kalah penting dalam menentukan kualitas seorang pelajar.

Setelah rangkaian Jum’at Taqwa selesai, seluruh peserta didik dan dewan guru kemudian melanjutkan kegiatan menuju tempat yang telah dipersiapkan untuk melaksanakan Jum’at Bersama Guru Wali.

Kegiatan ini dilaksanakan di beberapa lokasi, seperti musholla, perpustakaan, laboratorium Biologi, lapangan basket, dan ruang kelas. Pembagian tempat tersebut memberikan suasana yang lebih nyaman dan memungkinkan kegiatan berlangsung dengan lebih dekat dan interaktif.

Jum’at Bersama Guru Wali menjadi salah satu kegiatan yang memberikan ruang bagi siswa untuk berkomunikasi secara lebih terbuka dengan guru walinya. Tidak hanya berbicara mengenai pembelajaran, siswa juga diberikan kesempatan untuk menyampaikan berbagai hal yang mereka rasakan.

Dalam suasana yang lebih santai dan kekeluargaan, siswa dapat menuangkan berbagai perasaan, mulai dari rasa bahagia, sedih, kecewa, hingga berbagai pengalaman yang mereka hadapi dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan Jum’at Bersama Guru Wali memberikan makna bahwa hubungan antara guru dan siswa tidak hanya terbatas pada proses belajar mengajar di dalam kelas.

Guru wali memiliki peran penting sebagai pendamping peserta didik. Melalui komunikasi yang terbuka, guru dapat lebih memahami kondisi dan kebutuhan siswanya. Sementara itu, siswa memiliki ruang untuk menyampaikan cerita, pengalaman, maupun perasaan yang mungkin tidak selalu dapat disampaikan dalam suasana pembelajaran biasa.

Kegiatan seperti ini diharapkan dapat membangun rasa saling percaya antara guru dan siswa. Ketika hubungan yang baik telah terbangun, siswa akan merasa lebih nyaman untuk berkomunikasi dan meminta arahan ketika menghadapi berbagai persoalan.

Dengan demikian, sekolah tidak hanya menjadi tempat untuk memperoleh ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi lingkungan yang memberikan rasa aman, nyaman, dan mendukung perkembangan peserta didik secara utuh.

Pelaksanaan Jum’at Taqwa dan Jum’at Bersama Guru Wali pada 7 Agustus 2026 memiliki makna yang cukup luas bagi keluarga besar SMAN 1 Amuntai.

Jum’at Taqwa memberikan ruang bagi seluruh warga sekolah untuk memperkuat nilai keagamaan, meningkatkan rasa syukur, serta membangun kebiasaan positif melalui tadarus Al-Qur’an, Asmaul Husna, dan shalat Dhuha.

Sementara itu, Jum’at Bersama Guru Wali memberikan ruang untuk membangun komunikasi, kedekatan, dan rasa kekeluargaan antara guru dengan peserta didik.

Kedua kegiatan tersebut saling melengkapi. Pendidikan karakter tidak hanya dibangun melalui nasihat, tetapi juga melalui pembiasaan dan hubungan yang positif antara seluruh warga sekolah.

Lingkungan sekolah yang aman dan nyaman akan semakin mudah diwujudkan ketika seluruh warga sekolah memiliki komitmen untuk saling menghormati, menjaga kebersihan, menaati aturan, menghindari bullying, menjaga adab, serta menggunakan media sosial secara bijak.

Kegiatan Jum’at Taqwa dan Jum’at Bersama Guru Wali diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan rutin setiap pekan. Lebih dari itu, nilai-nilai yang disampaikan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Peserta didik diharapkan mampu membawa semangat kebaikan tersebut ke dalam kelas, lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat.

Mulai dari hal sederhana seperti menyapa guru dengan sopan, menghargai teman, tidak melakukan bullying, menjaga kebersihan toilet dan kelas, berpakaian rapi, menaati tata tertib, hingga bijak menggunakan media sosial merupakan bentuk nyata dari karakter positif seorang pelajar.

Kebaikan yang dilakukan secara terus-menerus akan menjadi kebiasaan. Kebiasaan yang baik akan membentuk karakter. Dan karakter yang kuat akan menjadi bekal penting bagi peserta didik dalam menghadapi masa depan. (smansa/Rini Hartati)

Pencarian

Video PPDB

PPDB

Kalender

Agustus 2026

Mg Sn Sl Rb Km Jm Sb
1
2 3 4 5 6 7 8
9 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31