BERITA


Upacara Apel Pagi Senin 10 Agustus 2026 di SMAN 1 Amuntai Menanamkan Kedisiplinan melalui Kebiasaan-Kebiasaan Kecil

SMAN 1 Amuntai, 10 Agustus 2026 – Senin pagi menjadi momentum bagi seluruh warga SMAN 1 Amuntai untuk kembali membangun semangat, kedisiplinan, dan tanggung jawab melalui pelaksanaan Upacara Bendera Apel Pagi. Kegiatan yang dilaksanakan pada Senin, 10 Agustus 2026, berlangsung di Lapangan Basket SMAN 1 Amuntai dengan tertib dan khidmat.

Upacara diikuti oleh seluruh peserta didik, dewan guru, dan staf SMAN 1 Amuntai. Bertindak sebagai pembina upacara adalah Wakasek Kesiswaan Ibu Rakhmawati, M.Pd., sedangkan petugas upacara berasal dari Kelas XII-S1 di bawah bimbingan Wali Kelas Ibu Arsinah Wati, S.Pd.

Pelaksanaan apel pagi ini tidak hanya menjadi kegiatan rutin setiap hari Senin, tetapi juga menjadi sarana untuk membangun karakter peserta didik melalui kedisiplinan, kepatuhan terhadap tata tertib, tanggung jawab, serta sikap saling menghargai di lingkungan sekolah.

Sejak pagi, seluruh peserta didik mulai mempersiapkan diri dan menempati posisi masing-masing di Lapangan Basket SMAN 1 Amuntai. Para petugas upacara dari Kelas XII-S1 juga mempersiapkan diri untuk menjalankan tugas yang telah diberikan.

Rangkaian upacara diawali dengan masing-masing pemimpin pasukan mengambil tempat. Selanjutnya, pemimpin upacara memasuki lapangan dan dilanjutkan dengan penghormatan pasukan kepada pemimpin upacara.

Setelah itu, masing-masing pemimpin pasukan menyampaikan laporan kepada pemimpin upacara. Pasukan kemudian diistirahatkan sebelum memasuki rangkaian acara berikutnya.

Pembina upacara memasuki lapangan dan mendapat penghormatan dari peserta upacara. Pemimpin upacara kemudian menyampaikan laporan bahwa upacara siap untuk dimulai.

Seluruh peserta mengikuti rangkaian upacara dengan tertib, mulai dari pengibaran Bendera Merah Putih, mengheningkan cipta yang dipimpin oleh pembina upacara, pembacaan teks Pancasila, pembacaan Pembukaan UUD 1945, hingga pembacaan Ikrar Pelajar Indonesia.

Rangkaian tersebut menjadi bagian penting dalam membangun semangat kebangsaan dan mengingatkan peserta didik akan tanggung jawab mereka sebagai generasi penerus bangsa.

Dalam amanatnya, Pembina Upacara Ibu Rakhmawati, M.Pd. menyampaikan apresiasi kepada petugas upacara dari Kelas XII-S1 yang telah melaksanakan tugas dengan baik dan penuh tanggung jawab.

Beliau berharap pelaksanaan tugas tersebut dapat menjadi contoh bagi petugas upacara berikutnya agar mampu menjalankan amanah dengan lebih baik.

Pelaksanaan upacara bukan hanya tentang berdiri di lapangan dan menjalankan susunan acara. Di dalamnya terdapat proses belajar mengenai tanggung jawab, kerja sama, keberanian, ketelitian, dan kedisiplinan.

Petugas yang mendapatkan kepercayaan untuk melaksanakan upacara juga belajar bagaimana menjalankan tugas sesuai peran masing-masing dan bekerja sebagai sebuah tim.

Salah satu hal yang menjadi perhatian dalam amanat pembina upacara adalah pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG) di lingkungan sekolah.

Pembina mengingatkan peserta didik agar mengikuti ketentuan pengambilan MBG dengan tertib. Bagi peserta didik yang mendapatkan jadwal piket pada hari tersebut, pengambilan MBG dilakukan pada pukul 12.00 WITA di dapur yang telah ditentukan.

Peserta didik yang bertugas diharapkan dapat segera mengambil makanan sesuai jadwal sehingga tidak perlu menunggu atau dipanggil berulang kali oleh guru piket.

Selain itu, setiap peserta didik diingatkan untuk menghargai hak teman. Makanan yang telah menjadi bagian atau hak peserta didik lain tidak boleh diambil tanpa izin.

Apabila ingin meminta makanan atau buah milik teman, hendaknya terlebih dahulu meminta izin. Sikap sederhana tersebut merupakan bentuk penghargaan terhadap hak orang lain.

Peserta didik juga diingatkan agar tidak membuang makanan, buah, maupun susu secara sembarangan hanya karena tidak menyukainya. Makanan yang telah diberikan hendaknya dihargai dan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.

Pesan tersebut sekaligus menjadi pembelajaran mengenai rasa syukur, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap sesama.

Selain MBG, Pembina Upacara juga mengingatkan kembali tentang ketentuan pakaian dan penampilan peserta didik.

Pada hari Senin, peserta didik menggunakan seragam putih abu-abu. Peserta didik laki-laki diwajibkan menggunakan dasi, sedangkan ketika mengikuti upacara juga wajib mengenakan topi sesuai ketentuan.

Untuk peserta didik yang mengikuti mata pelajaran olahraga, pakaian olahraga dapat digunakan selama kegiatan olahraga berlangsung. Peserta didik perempuan diperbolehkan menggunakan kerudung berwarna hitam dan sepatu sesuai kebutuhan kegiatan olahraga.

Namun, setelah mata pelajaran olahraga selesai, peserta didik diwajibkan kembali mengenakan pakaian dan sepatu sesuai dengan ketentuan seragam pada hari tersebut.

Hal ini penting untuk diperhatikan agar kedisiplinan tetap terjaga sepanjang kegiatan pembelajaran berlangsung.

Pembina juga mengingatkan peserta didik mengenai beberapa kebiasaan sederhana yang harus diperhatikan setiap hari.

Peserta didik diharapkan tidak mengenakan sandal selama kegiatan sekolah, kecuali untuk keperluan tertentu seperti menuju tempat ibadah untuk melaksanakan shalat.

Bagi peserta didik perempuan, kerudung juga harus dikenakan dengan rapi dan tetap sesuai dengan ketentuan selama berada di lingkungan sekolah.

Kerapian berpakaian bukan sekadar persoalan penampilan. Lebih dari itu, kerapian menunjukkan sikap disiplin dan penghargaan terhadap aturan yang telah disepakati bersama.

Karena itu, peserta didik diharapkan mampu memahami dan melaksanakan ketentuan tersebut dalam kehidupan sekolah sehari-hari.

Hal lain yang kembali ditegaskan adalah mengenai waktu kedatangan peserta didik ke sekolah.

Jam masuk sekolah paling lambat adalah pukul 07.30 WITA. Setelah waktu tersebut, pagar sekolah akan ditutup sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Ketepatan waktu merupakan salah satu bentuk kedisiplinan yang paling sederhana, tetapi memiliki dampak besar terhadap pembentukan karakter.

Datang tepat waktu berarti menunjukkan kesiapan untuk belajar, menghargai waktu, dan menghargai orang lain yang telah menjalankan tugasnya.

“Kesuksesan Besar Dimulai dari Kedisiplinan dalam Hal Kecil”

Salah satu pesan yang menjadi penekanan dalam amanat pembina upacara adalah bahwa kesuksesan besar dimulai dari kedisiplinan dalam hal-hal kecil.

Peserta didik diajak untuk tidak menganggap remeh kebiasaan sederhana seperti memasukkan baju dengan rapi, mengenakan atribut sesuai ketentuan, mengganti pakaian setelah olahraga, menjaga kerapian kerudung, tidak menggunakan sandal sembarangan, datang tepat waktu, serta menaati aturan sekolah.

Hal-hal tersebut mungkin terlihat sederhana, tetapi jika dilakukan secara konsisten akan membentuk kebiasaan positif.

Dari kebiasaan lahirlah karakter. Dari karakter yang kuat, seseorang akan memiliki bekal yang lebih baik untuk mencapai kesuksesan di masa depan.

Oleh karena itu, kedisiplinan bukanlah sesuatu yang hanya dilakukan ketika ada guru yang mengawasi. Kedisiplinan seharusnya tumbuh menjadi kesadaran dari dalam diri setiap peserta didik.

Di akhir amanat, Pembina Upacara mengajak seluruh peserta didik untuk benar-benar memahami dan melaksanakan ketentuan yang telah disampaikan.

Pertanyaan kesiapan yang disampaikan kepada peserta upacara pun dijawab dengan penuh semangat:

“SIAP!”

Jawaban tersebut menjadi simbol komitmen peserta didik untuk berusaha menerapkan kedisiplinan dalam kehidupan sehari-hari di sekolah.

Setelah amanat pembina upacara selesai, kegiatan dilanjutkan dengan menyanyikan lagu nasional “Hari Merdeka” dan lagu “Rukun Sama Teman”.

Menyanyikan lagu nasional menjadi bagian dari upaya menumbuhkan semangat kebangsaan dan rasa cinta tanah air. Sementara itu, lagu tentang kerukunan mengingatkan peserta didik agar selalu menjaga hubungan baik dengan teman dan seluruh warga sekolah.

Kebersamaan merupakan bagian penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman. Setiap peserta didik memiliki latar belakang dan karakter yang berbeda, namun perbedaan tersebut hendaknya menjadi kekuatan untuk saling melengkapi, bukan menjadi alasan untuk saling menjauh atau merendahkan.

Rangkaian Upacara Apel Pagi Senin, 10 Agustus 2026, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan doa. Setelah itu, pemimpin upacara menyampaikan laporan bahwa seluruh rangkaian upacara telah selesai dilaksanakan.

Peserta upacara memberikan penghormatan kepada pembina upacara. Pembina upacara kemudian meninggalkan lapangan upacara.

Selanjutnya, pasukan memberikan penghormatan kepada pemimpin upacara sebelum akhirnya dibubarkan. Pemimpin upacara kemudian meninggalkan lapangan dan seluruh peserta kembali melanjutkan aktivitas pembelajaran sesuai jadwal.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan tertib, lancar, dan penuh tanggung jawab.

Melalui kegiatan apel pagi yang dilaksanakan secara rutin, SMAN 1 Amuntai terus berkomitmen membangun peserta didik yang tidak hanya unggul dalam prestasi, tetapi juga memiliki karakter disiplin, bertanggung jawab, santun, peduli, dan mampu menjadi pribadi yang memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya. (smansa/Rini Hartati)

Pencarian

Video PPDB

PPDB

Kalender

Agustus 2026

Mg Sn Sl Rb Km Jm Sb
1
2 3 4 5 6 7 8
9 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31