BERITA


Sosialisasi Pencegahan Narkoba di SMAN 1 Amuntai

Amuntai, 8 Oktober 2025. SMAN 1 Amuntai menggelar kegiatan Sosialisasi Pencegahan Narkoba Dalam Rangka Implementasi Program Hati, HSU Peduli Tanpa Narkoba. Oleh Sekretariat Daerah Kabupaten Hulu Sungai Utara di Aula SMAN 1 Amuntai. Kegiatan ini dihadiri oleh dewan guru, staf, dan peserta didik SMAN 1 Amuntai, serta menghadirkan sejumlah narasumber penting dari pemerintah daerah dan Badan Narkotika Nasional (BNN).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Sekolah SMAN 1 Amuntai, Bapak Sukiman, S.Pd., MM, Sekretaris Daerah Kabupaten Hulu Sungai Utara Bapak H. Adi Lesmana, S.Sos., M.Si, Kabag Kesra Hulu Sungai Utara Bapak Abd. Rohim, S.Sos., M.I.Kom, serta Dr. Putri Cyntia Dewi, Dokter Ahli Pertama dari BNN yang menjadi perwakilan resmi lembaga tersebut.

Dalam sambutannya, Bapak Sukiman, S.Pd.,MM menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kehadiran Bapak Sekda HSU beserta jajaran. Beliau juga menegaskan komitmen SMAN 1 Amuntai untuk terus mendukung upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar.

“Kami sangat terbuka untuk menjalin kerja sama dalam bidang pembinaan siswa, terutama dalam hal pencegahan narkoba. Lebih baik mencegah daripada mengobati. SMAN 1 Amuntai akan terus berupaya menjadi sekolah yang ramah anak, anti kekerasan, dan anti narkoba,” ujar beliau.

Sementara itu, Bapak H. Adi Lesmana, S.Sos., M.Si, yang juga merupakan alumni SMAN 1 Amuntai tahun 1990, dalam sambutannya menekankan pentingnya menjaga pergaulan dan menjauhi narkoba. Ia menyampaikan bahwa di bawah kepemimpinan Bupati HSU, Bapak H. Sahrul Jani, pemerintah daerah terus menggencarkan semangat “HSU Bangkit! Bangkit!” melalui berbagai program pembinaan generasi muda.

“Anak-anakku sekalian, berhati-hatilah dalam memilih teman. Saat ini, hampir semua seleksi masuk pendidikan kedinasan, kepolisian, hingga TNI mewajibkan tes bebas narkoba. Jadilah generasi unggul yang membanggakan HSU,” pesan beliau.

Dalam kesempatan tersebut, Bapak Sekda juga secara resmi membuka kegiatan Sosialisasi Pencegahan Narkoba dengan harapan kegiatan ini memberikan manfaat luas bagi seluruh peserta.

Sesi inti kegiatan diisi oleh Dr. Putri Cyntia Dewi, Dokter Ahli Pertama dari Badan Narkotika Nasional (BNN), yang memaparkan secara mendalam tentang tantangan dan ancaman penyalahgunaan narkoba di Indonesia. Dalam penjelasannya, beliau menyoroti berbagai dampak buruk narkoba, mulai dari kerusakan kesehatan fisik, gangguan mental, hingga hancurnya masa depan generasi muda yang terjerumus dalam penyalahgunaannya.

Beliau juga mengingatkan pentingnya peran aktif pelajar sebagai agen perubahan, dengan cara menjaga diri sendiri, menolak ajakan negatif dari lingkungan sekitar, serta ikut menyebarkan kesadaran tentang bahaya narkoba di lingkungan sekolah dan masyarakat.

“Narkoba tidak hanya merusak tubuh, tetapi juga menghancurkan potensi dan masa depan seseorang. Karena itu, langkah terbaik adalah menjauhi dan mencegahnya sejak dini,” tegas Dr. Putri Cyntia Dewi.

Dilanjutkan oleh Kabag Kesra HSU, Bapak Abd. Rohim, S.Sos., M.I.Kom, yang menyoroti pentingnya saling mengingatkan dalam lingkungan sosial dan keluarga. Ia menegaskan bahwa ajaran agama Islam pun secara jelas melarang segala bentuk zat yang memabukkan atau merusak akal, karena itu bertentangan dengan prinsip menjaga jiwa dan akal manusia.

“Narkoba bukan hanya masalah hukum, tetapi juga masalah moral dan agama. Karena itu, penting bagi kita untuk terus saling mengingatkan dan menjaga diri serta keluarga dari bahaya ini,” ujar beliau.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab interaktif antara peserta didik dan narasumber. Beberapa pertanyaan menarik diajukan siswa, seperti:

·        Maisyarah menanyakan apakah konsumsi obat berlebih seperti Bodrex bisa dikategorikan sebagai penyalahgunaan narkoba.

Jawaban: Kandungan Bodrex adalah paracetamol dan kafein, bukan narkotika, sehingga tidak termasuk penyalahgunaan narkoba.

·        Nabil bertanya tentang alasan paling umum seseorang menggunakan narkoba.

Jawaban: Faktor utama adalah ajakan teman dan rasa penasaran.

·        Pertanyaan lain dari Nabila mengenai cara menangani pasien rehabilitasi yang kambuh

dijawab dengan penjelasan tentang dua jenis perawatan, yaitu rawat jalan dan rawat inap, sesuai tingkat kecanduan.

·        Pertanyaan terakhir  tentang cara mendekati pengguna narkoba

dijawab dengan penjelasan bahwa mereka tidak boleh dihakimi, melainkan perlu diajak berbicara dan dibimbing dengan pendekatan yang baik.

Kegiatan sosialisasi berlangsung dengan lancar dan penuh makna. Para peserta tampak antusias dan mendapatkan banyak wawasan baru tentang bahaya narkoba serta pentingnya peran keluarga, sekolah, dan masyarakat dalam pencegahan penyalahgunaan zat berbahaya tersebut.

Melalui kegiatan ini, SMAN 1 Amuntai menegaskan komitmennya untuk terus mendukung program pemerintah daerah dalam membentuk generasi muda yang sehat, cerdas, dan bebas narkoba.

“Mari kita jadikan SMAN 1 Amuntai sebagai lingkungan belajar yang bersih dari narkoba dan penuh semangat kebangkitan,” tutup Kepala Sekolah Bapak Sukiman. (smansa/Rini Hartati)

Pencarian

Video PPDB

PPDB

Kalender

Mei 2026

Mg Sn Sl Rb Km Jm Sb
1 2
3 4 5 6 7 8 9
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31