Upacara Bendera Apel Pagi SMAN 1 Amuntai Senin 20 April 2026
SMAN 1 Amuntai kembali melaksanakan kegiatan rutin
Upacara Bendera Apel Pagi pada Senin, 20 April 2026. Kegiatan ini berlangsung
dengan tertib dan khidmat di Lapangan Basket SMAN 1 Amuntai, serta diikuti oleh
seluruh peserta didik, dewan guru, dan staf sekolah. Upacara ini menjadi momen
penting dalam membangun kedisiplinan, menanamkan nilai-nilai kebangsaan, serta
memperkuat karakter peserta didik sebagai generasi penerus bangsa.
Pada kesempatan ini, bertindak sebagai Pembina
Upacara adalah Ibu Septia Rahmidah, S.Pd., sedangkan petugas upacara berasal
dari Kelas XI-A1 di bawah bimbingan wali kelas mereka, Ibu Ika Siwi Nugroho,
S.Pd. Seluruh rangkaian upacara berjalan dengan lancar mulai dari persiapan
barisan, laporan pemimpin upacara, hingga pengibaran bendera Merah Putih yang
berlangsung penuh khidmat.

Upacara diawali dengan persiapan para petugas.
Pemimpin upacara memasuki lapangan dan menyiapkan barisan, disusul dengan
memasuki arena upacara oleh Pembina Upacara. Setelah seluruh peserta siap,
upacara dimulai dengan pengibaran bendera Merah Putih yang diiringi lagu
kebangsaan. Kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan Teks Pancasila dan Pembukaan
UUD 1945 oleh petugas yang telah ditunjuk.

Pada sesi amanat, Ibu Septia Rahmidah, S.Pd.,
menyampaikan beberapa pesan penting kepada seluruh siswa. Beliau mengapresiasi
petugas upacara dari Kelas XI-A1 yang telah melaksanakan tugas dengan baik dan
penuh tanggung jawab. Selanjutnya, beliau menyoroti dua isu yang belakangan ini
menjadi viral di dunia pendidikan. Kedua isu tersebut berkaitan dengan perilaku
siswa terhadap guru yang dinilai tidak pantas dan tidak mencerminkan nilai
kesopanan maupun etika dalam lingkungan sekolah.
Dalam amanatnya, beliau menegaskan bahwa pendidikan
pertama yang diterima setiap anak adalah dari lingkungan keluarga. Nilai-nilai
sosial, etika, dan perilaku baik maupun buruk mulai terbentuk sejak kecil. Di
sekolah, guru dianggap sebagai orang tua kedua, sehingga setiap teguran atau
nasihat dari guru adalah bentuk kepedulian, bukan bentuk permusuhan atau
kekerasan. Beliau menekankan pentingnya menghormati guru, memahami nasihat
mereka, serta bersikap santun dalam setiap situasi.
Ibu Septia memberikan contoh sederhana: jika di
dunia kerja seseorang menunjukkan perilaku tidak pantas kepada atasannya, maka
konsekuensi serius pasti akan terjadi. Oleh karena itu, penting bagi para siswa
untuk menanamkan adab sejak dini, baik di sekolah maupun dalam kehidupan
sehari-hari. Beliau kembali menegaskan bahwa siswa-siswi SMAN 1 Amuntai dikenal
memiliki akhlak yang baik dan selalu menjaga etika dalam berperilaku suatu
kebanggaan yang harus terus dijaga bersama.
Rangkaian upacara dilanjutkan dengan menyanyikan
lagu Padamu Negeri dan Anak Indonesia Hebat yang dinyanyikan dengan penuh
semangat oleh seluruh peserta upacara. Suasana kebersamaan tampak menghangatkan
pagi itu, menguatkan rasa cinta tanah air dan kebanggaan sebagai generasi
penerus bangsa.

Sebagai penutup, doa bersama dipanjatkan agar
seluruh warga sekolah senantiasa mendapatkan perlindungan, kemudahan, dan keberkahan
dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Setelah upacara selesai, seluruh siswa
siswi berjabat tangan dengan dewan guru dan staf sebagai bentuk penghormatan
dan pembiasaan adab yang baik. (smansa/Rini Hartati)
