Jumat Taqwa Ramadhan 1447 Hijriah 13 Maret 2026 SMAN 1 Amuntai
SMAN 1 Amuntai kembali melaksanakan kegiatan Jum’at
Taqwa sebagai bagian dari rangkaian kegiatan keagamaan dalam mengisi bulan suci
Ramadhan 1447 Hijriah. Kegiatan yang dilaksanakan pada Jum’at, 13 Maret 2026
ini bertempat di Musholla Subulussalam SMAN 1 Amuntai dan diikuti oleh seluruh
peserta didik, dewan guru, serta staf sekolah dengan penuh kekhusyukan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan Asmaul
Husna secara bersama-sama oleh seluruh warga sekolah sebagai bentuk pengagungan
kepada Allah SWT. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan shalat dhuha
berjamaah yang dipimpin oleh Bapak Rahmannor, S.Pd.

Usai pelaksanaan shalat dhuha, kegiatan dilanjutkan
dengan kultum (kuliah tujuh menit) yang disampaikan oleh Kepala SMAN 1 Amuntai,
Bapak Sukiman, S.Pd., MM. Dalam tausiyahnya, beliau menyampaikan bahwa hari
tersebut merupakan hari terakhir para siswa masuk sekolah di bulan Ramadhan sebelum
memasuki masa libur menjelang Hari Raya Idul Fitri. Beliau menyampaikan rasa
bangga dan terima kasih kepada para peserta didik yang tetap istiqamah datang
ke sekolah meskipun sedang menjalankan ibadah puasa, melawan rasa malas, rasa
kantuk, serta berbagai godaan yang ada.
Beliau juga menyampaikan informasi terkait jadwal
libur sekolah, di mana mulai 14 Maret 2026 hingga Hari Raya pada 20 Maret 2026
para siswa akan menjalani masa libur. Setelah Hari Raya, masa libur masih
berlanjut hingga 29 Maret 2026, dan kegiatan belajar mengajar akan kembali
dimulai pada 30 Maret 2026. Dengan demikian, para siswa memiliki waktu sekitar 16
hari masa libur yang diharapkan dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.
Dalam pesannya, beliau mengingatkan bahwa dalam Al-Qur’an
telah disebutkan bahwa kehidupan dunia hanyalah permainan dan senda gurau
semata, sehingga manusia diharapkan mampu menggunakan waktunya dengan bijak
untuk hal-hal yang bermanfaat. Oleh karena itu, beliau mengajak para siswa
untuk menggunakan waktu libur tersebut tidak hanya untuk beristirahat, tetapi
juga untuk mempersiapkan diri menghadapi berbagai agenda penting setelah
kembali masuk sekolah.
Khusus bagi siswa kelas XII, beliau mengingatkan
bahwa setelah libur Ramadhan mereka akan menghadapi ujian sekolah yang menjadi
salah satu tahapan penting menuju masa depan, baik untuk melanjutkan pendidikan
ke perguruan tinggi maupun memasuki dunia kerja. Oleh karena itu, siswa
diharapkan mulai mempersiapkan diri dengan belajar secara lebih serius.
Sementara itu, bagi siswa kelas XI, setelah libur
akan menghadapi berbagai kegiatan dan kompetisi seperti MPLS3N, O2SN, dan OSN.
Beliau berharap para siswa dapat mempersiapkan diri dengan baik agar dapat
menjadi duta sekolah yang membawa nama baik SMAN 1 Amuntai di tingkat
kabupaten, provinsi, bahkan nasional. Waktu libur selama 16 hari diharapkan
dapat dimanfaatkan untuk belajar, khususnya bagi siswa yang akan mengikuti olimpiade
sains, dengan mempelajari berbagai soal latihan yang telah disiapkan oleh guru
pembina.
Dalam bagian akhir tausiyahnya, beliau juga
menyampaikan pesan kehidupan yang penuh makna, bahwa dalam perjalanan hidup
manusia ada saatnya seseorang akan meninggal dunia. Oleh karena itu, beliau
mengajak seluruh siswa untuk memperbanyak amal kebaikan selama hidup.
Harapannya, ketika seseorang meninggal kelak, bukan dunia yang tersenyum
sementara dirinya menyesal, tetapi justru orang lain yang merasa kehilangan dan
mendoakan kebaikan bagi dirinya karena banyaknya amal saleh yang telah
dilakukan.

Setelah penyampaian kultum, kegiatan dilanjutkan
dengan pembacaan Surah Yasin yang diikuti oleh seluruh peserta kegiatan dengan
penuh khusyuk. Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama yang
dipimpin oleh Bapak Rahmannor, S.Pd.


Sebagai penutup kegiatan, seluruh peserta didik dan
dewan guru melakukan salam-salaman sebagai bentuk kebersamaan, saling
memaafkan, serta mempererat tali silaturahmi di lingkungan keluarga besar SMAN
1 Amuntai menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Melalui kegiatan Jum’at Taqwa ini, diharapkan
nilai-nilai keimanan, kebersamaan, serta semangat belajar para peserta didik
dapat terus tumbuh, sehingga mampu menjadi generasi yang berakhlak baik,
berilmu, dan siap meraih cita-cita di masa depan. (smansa/Rini Hartati)
