Kegiatan Jumat Taqwa Ramadhan 1447 H di SMAN 1 Amuntai
SMAN 1 Amuntai kembali melaksanakan kegiatan Jum’at
Taqwa sebagai bagian dari rangkaian kegiatan keagamaan di bulan suci Ramadhan
1447 Hijriah. Kegiatan yang dilaksanakan pada Jum’at, 03 Maret 2026 ini
bertempat di Musholla Subulussalam SMAN 1 Amuntai dan diikuti oleh seluruh
peserta didik, dewan guru, serta staf sekolah dengan suasana yang penuh
kekhusyukan dan kebersamaan.

Kegiatan diawali dengan pembacaan Asmaul Husna oleh
seluruh warga sekolah sebagai bentuk pengagungan kepada Allah SWT sekaligus
menenangkan hati sebelum memulai rangkaian ibadah lainnya. Setelah itu,
kegiatan dilanjutkan dengan shalat dhuha berjamaah yang dipimpin oleh Bapak
Rahmannor, S.Pd. Shalat dhuha ini menjadi salah satu amalan sunnah yang dianjurkan,
terutama di bulan Ramadhan, sebagai bentuk rasa syukur atas nikmat yang telah
diberikan oleh Allah SWT.

Usai pelaksanaan shalat dhuha, kegiatan dilanjutkan
dengan kultum yang disampaikan oleh Kepala SMAN 1 Amuntai, Bapak Sukiman,
S.Pd., MM. Dalam tausiyahnya, beliau mengajak seluruh peserta didik untuk
senantiasa bersyukur atas segala nikmat yang telah diberikan oleh Allah SWT,
termasuk nikmat kesehatan, kesempatan belajar, serta berbagai karunia seperti
pendengaran, penglihatan, pikiran, dan hati yang diberikan untuk menjalani
kehidupan dengan sebaik-baiknya.
Beliau juga mengingatkan bahwa ketika melaksanakan
shalat dhuha dan membaca Surah Ad-Dhuha, terdapat pesan penting agar manusia
tetap memiliki semangat dan harapan dalam menjalani kehidupan. Dengan berbagai
nikmat yang Allah berikan, manusia diharapkan mampu memanfaatkannya untuk
hal-hal yang baik, termasuk belajar dengan sungguh-sungguh dan mempersiapkan
masa depan.
Dalam kesempatan tersebut, beliau juga memberikan
motivasi kepada para siswa agar tetap semangat menjalani kegiatan belajar di
sekolah hingga 13 Maret 2026, yang berarti hanya tersisa beberapa hari lagi
proses pembelajaran di bulan Ramadhan. Beliau menyampaikan bahwa di bulan
Ramadhan bahkan tidur saja bisa bernilai pahala, apalagi jika digunakan untuk
belajar dan bekerja dengan sungguh-sungguh.
Selain itu, beliau juga menyinggung tentang penggunaan
telepon genggam (HP) yang seringkali menjadi penyebab menurunnya kedisiplinan
siswa. Beliau membandingkan kondisi siswa pada masa ketika beliau mulai
mengajar pada tahun 1991 hingga 2012, di mana siswa datang ke sekolah dengan
wajah segar, rapi, dan penuh semangat. Berbeda dengan kondisi sekarang yang
terkadang masih ditemukan siswa datang dengan mata mengantuk, rambut kurang
rapi, bahkan terlihat lelah akibat begadang menggunakan ponsel.
Beliau mengingatkan bahwa HP seharusnya digunakan
sebagai sarana belajar, bukan justru menjadi penyebab menurunnya semangat
belajar. Oleh karena itu, pemerintah melalui Kepala Dinas Pendidikan dan
Kebudayaan juga telah mengeluarkan surat edaran regulasi terkait penggunaan HP
di sekolah agar tidak disalahgunakan oleh para siswa.
Dalam motivasinya, beliau juga menyampaikan
kebanggaannya terhadap para alumni SMAN 1 Amuntai yang telah berhasil menempuh
pendidikan tinggi dan menjadi tokoh penting di berbagai bidang. Di antaranya
terdapat alumni yang menjadi profesor, dokter, dosen, serta pejabat di berbagai
instansi pemerintahan, bahkan puluhan dokter yang bertugas di berbagai daerah
merupakan alumni dari SMAN 1 Amuntai. Hal ini membuktikan bahwa SMAN 1 Amuntai
telah banyak melahirkan generasi yang sukses dan berkontribusi bagi masyarakat.
Beliau juga menegaskan bahwa kesuksesan tidak
datang secara instan. Kesuksesan memerlukan proses panjang, perjuangan,
pengorbanan, serta kedisiplinan yang dimulai sejak sekarang. Beliau
mengibaratkan proses kesuksesan seperti proses terbentuknya hujan, di mana air
laut menguap menjadi awan, kemudian berkumpul hingga akhirnya turun menjadi
hujan. Bahkan setetes air hujan pun melalui proses yang panjang, apalagi untuk
mencapai cita-cita dalam kehidupan.
Karena itu, beliau berpesan kepada para siswa agar menanamkan
cita-cita sejak sekarang dan tetap fokus dalam meraihnya. Selama masih berada
di bangku SMA, yang terpenting adalah fokus belajar dan mempersiapkan diri
sebaik mungkin. Masalah masa depan pada akhirnya akan menjadi bagian dari
takdir Allah, namun usaha dan kerja keras tetap harus dilakukan sejak dini.
Sebagai penutup pesan motivasinya, beliau
menyampaikan sebuah nasihat yang sangat bermakna,yaitu: Jagalah pikiranmu
karena pikiranmu akan menjadi perasaan. Jagalah perasaanmu karena perasaanmu
akan menjadi ucapan. Jagalah ucapanmu karena ucapan akan menjadi tindakan.
Jagalah tindakanmu karena tindakanmu akan menjadi kebiasaan. Jagalah kebiasaanmu
karena kebiasaanmu akan menjadi takdirmu.

Setelah penyampaian kultum, kegiatan dilanjutkan
dengan pembacaan Surah Yasin, Surah Al-Waqiah, dan Surah Al-Mulk yang diikuti
oleh seluruh peserta kegiatan dengan penuh kekhusyukan. Rangkaian kegiatan Jum’at
Taqwa kemudian ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Bapak Rahmannor,
S.Pd, dengan harapan agar seluruh warga SMAN 1 Amuntai senantiasa diberikan
kesehatan, keberkahan, serta kemudahan dalam menuntut ilmu dan meraih cita-cita
di masa depan.
Melalui kegiatan Jum’at Taqwa ini, diharapkan dapat
terus menumbuhkan nilai-nilai keimanan, kedisiplinan, serta motivasi belajar bagi
seluruh peserta didik SMAN 1 Amuntai, sehingga mampu menjadi generasi yang
berakhlak mulia, berilmu, dan siap menghadapi masa depan dengan penuh semangat
dan tanggung jawab. (smansa/Rini Hartati)
