Bimbingan Non Muslim SMAN 1 Amuntai tentang Menghayati Panggilan Menjadi Terang dan Garam di Sekolah
Sebagai wujud komitmen dalam
memberikan pembinaan karakter kepada seluruh peserta didik, SMAN 1 Amuntai kembali
menyelenggarakan Kegiatan Bimbingan
Non Muslim selama
Bulan Ramadhan pada Rabu,
25 Februari 2026. Kegiatan yang berlangsung di Perpustakaan SMAN 1 Amuntai ini
diikuti oleh para peserta didik Non Muslim bersama dewan guru pendamping.
Materi pembinaan disampaikan oleh Bapak
Deny Nataly Malonda, S.Pd, dengan tema “Menjadi
Terang dan Garam di Sekolah.”
Program ini merupakan salah satu
bentuk perhatian sekolah terhadap keberagaman keyakinan peserta didik. Melalui
kegiatan ini, sekolah berupaya memastikan seluruh siswa mendapatkan ruang untuk
bertumbuh dalam nilai-nilai moral dan spiritual sesuai ajaran yang dianut,
serta mengembangkan karakter yang baik dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam pemaparan materinya,
narasumber menegaskan bahwa sekolah bukan hanya tempat menimba ilmu pengetahuan,
tetapi juga lingkungan yang membentuk kepribadian, karakter, dan nilai diri
peserta didik. Sebagai siswa yang beriman, khususnya bagi yang beragama
Kristen, panggilan untuk menjadi terang dan garam merupakan nilai
penting yang dapat diwujudkan melalui sikap dan tindakan nyata.
Beliau menjelaskan bahwa menjadi
terang berarti menghadirkan kebaikan di tengah lingkungan sekolah bersikap
jujur, sopan, rendah hati, dan mampu memberi dampak positif bagi teman-teman.
Sementara menjadi garam berarti menjaga nilai-nilai moral, menghadirkan
perdamaian, serta menjadi penguat bagi sesama.
Penekanan ini sejalan dengan
ajaran Yesus Kristus,
yang mengajarkan agar terang hidup seseorang diperlihatkan melalui perbuatan
baik sehingga membawa berkat bagi banyak orang. Kehadiran siswa di sekolah
diharapkan mampu menciptakan suasana kondusif, penuh kedamaian, serta saling
menghargai satu sama lain.
Sebagai penguatan rohani,
narasumber mengutip ayat dari Injil
Matius, khususnya Matius
5:13–16, yang berbicara tentang peran orang percaya sebagai
garam dunia dan terang dunia. Firman ini mengingatkan pentingnya menunjukkan
karakter Kristiani melalui tindakan dan perilaku sehari-hari.
Ayat tersebut juga menegaskan
bahwa terang yang diberikan Tuhan harus bersinar, bukan disembunyikan, agar
dapat menerangi orang lain. Dalam konteks sekolah, hal ini berarti siswa harus
menunjukkan keteladanan, membawa pengaruh baik, serta memberi inspirasi dalam
perbuatan nyata.

Melalui kegiatan Bimbingan Non
Muslim ini, sekolah ingin menanamkan nilai-nilai berikut kepada peserta didik:
·
Menumbuhkan
karakter positif, seperti jujur, menghargai perbedaan, dan
bersikap kasih.
·
Membimbing
siswa untuk hidup rukun, saling menopang, dan menjaga
toleransi antarumat beragama.
·
Mendorong
siswa bertanggung jawab, baik dalam ucapan, pikiran, maupun
tindakan.
·
Memfasilitasi
pembinaan iman, agar para peserta didik dapat bertumbuh
menjadi pribadi yang berintegritas.
Program ini juga menjadi wadah
bagi siswa untuk berdiskusi, memahami nilai-nilai kasih, serta membangun relasi
yang sehat dalam keberagaman.
Kegiatan ditutup dengan doa
bersama, memohon agar setiap peserta didik mampu menghidupi peran sebagai
terang dan garam di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah. Dengan
bimbingan, teladan, serta dukungan dari para guru, diharapkan para siswa
semakin mantap dalam membangun karakter yang kuat dan membawa kebaikan bagi
sesama.
Melalui pembinaan ini, SMAN 1
Amuntai terus berkomitmen menciptakan lingkungan pendidikan yang harmonis,
inklusif, dan berlandaskan nilai-nilai kemanusiaan. (smansa/Denny)
🙏
Tuhan memberkati.
