BERITA


Pesantren Ramadhan 1447 Hijriah SMAN 1 Amuntai selasa 24 Februari 2026

Selasa, 24 Februari 2026

SMAN 1 Amuntai kembali melanjutkan rangkaian Pesantren Ramadhan 1447 Hijriah pada Selasa, 24 Februari 2026. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh peserta didik, dewan guru, serta staf tata usaha, sebagai bagian dari upaya memperkuat karakter, meningkatkan pemahaman keagamaan, dan menumbuhkan semangat ibadah selama bulan suci Ramadhan.

Agenda hari kedua pesantren diawali dengan pembacaan Asmaul Husna secara bersama-sama, dilanjutkan dengan pelaksanaan shalat dhuha berjamaah. Setelah itu, para peserta mengikuti kegiatan tadarus Al-Qur’an yang dipimpin oleh Bapak Rahmanoor, S.Pd, sebagai bentuk pembiasaan membaca dan menghayati ayat-ayat suci Al-Qur’an.

Setelah shalat dhuha, peserta pesantren Ramadhan mendapatkan materi pembinaan bertema “Rugi Bila Tidak Dikerjakan di Bulan Ramadhan” pemberi materi Bapak Ahmad Zaini, S.Pd. Dalam penyampaiannya, beliau menjelaskan beberapa amalan penting yang sayang jika ditinggalkan selama bulan suci Ramadhan, di antaranya:

1.     Tahajud ketika bangun di malam hari
Sungguh merugi bagi siapa pun yang melewatkan shalat tahajud di bulan Ramadhan, karena pada waktu itulah Allah membuka pintu rahmat, mengabulkan doa, serta memberikan ketenangan jiwa yang tidak ditemukan pada waktu lainnya. Meninggalkannya berarti melewatkan kesempatan istimewa untuk meraih kedekatan dengan Allah SWT.

2.     Hari-hari berlalu tanpa bersedekah
Merupakan kerugian besar ketika seseorang tidak memperbanyak sedekah pada bulan Ramadhan, bulan di mana setiap amal kebaikan dilipatgandakan pahalanya. Sedekah menjadi sarana membersihkan harta dan hati, sehingga tidak melakukannya adalah kehilangan kesempatan meraih keberkahan yang besar.

3.     Berdoa saat berbuka
Doa menjelang berbuka adalah waktu yang mustajab. Tidak memanfaatkannya berarti melewatkan kesempatan emas untuk memohon kepada Allah agar dikabulkan seluruh hajat dan kebutuhan.

4.     Membaca Al-Qur’an
Ramadhan adalah bulan diturunkannya Al-Qur’an. Orang yang tidak memperbanyak membaca Al-Qur’an selama Ramadhan telah kehilangan sumber pahala, ketenangan, dan petunjuk yang sangat besar.

5.     Jangan banyak tidur
Terlalu banyak tidur selama Ramadhan mengakibatkan berkurangnya kesempatan untuk beribadah, berzikir, dan melakukan kebaikan. Waktu luang semestinya dimanfaatkan untuk memperbanyak amal shalih.

6.     Beribadah di malam Lailatul Qadar
Tidak mempersiapkan diri mencari malam Lailatul Qadar adalah kerugian yang amat besar. Malam yang lebih baik dari seribu bulan ini memberikan peluang pahala tak terhingga bagi hamba yang bersungguh-sungguh beribadah.

7.     Tidak hadir di majelis ilmu
Majelis ilmu adalah tempat turunnya ketenangan dan bertambahnya pemahaman agama. Menghindari majelis ilmu sama saja menutup diri dari cahaya hidayah dan keberkahan.

Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan tadarus Al-Qur'an di kelas masing-masing mulai dari kelas X sampai kelas XII.

Kegiatan pesantren Ramadhan kemudian dilanjutkan dengan ceramah keagamaan oleh Ustadz H. Syamsul Arifin di Musholla Subulussalam SMAN 1 Amuntai. Beliau menyampaikan materi bertema “Adab Terhadap Orang Tua, Guru, dan Teman”, yang meliputi:

Beliau menjelaskan bahwa salah satu istilah yang digunakan Al-Qur’an untuk menyebut manusia adalah al-insan, yang bermakna lembut, harmonis, dan seimbang. Istilah ini menggambarkan manusia sebagai makhluk yang terdiri dari jasmani dan rohani yang harus dijaga keharmonisannya.

Akhlak berasal dari kata khuluqun yang berarti budi pekerti atau tabiat. Akhlak adalah sifat yang tertanam kuat dalam jiwa sehingga muncul secara spontan. Unsur penting akhlak mencakup aspek kognitif (pengetahuan), afektif (perasaan dan emosi), serta kehendak.

Beliau juga menjelaskan faktor-faktor yang memengaruhi akhlak, seperti insting, keturunan, lingkungan, kebiasaan, dan kemauan pribadi.

Jenis-Jenis Akhlak

·        Akhlak Mahmudah: akhlak terpuji yang membawa keselamatan dan kemuliaan.

·        Akhlak Madzmumah: akhlak tercela yang dapat merusak iman dan menjatuhkan martabat.

Akhlak dalam Islam

1.     Akhlak Rabbani – bersumber dari syariat Allah, tidak tergantung situasi.

2.     Akhlak Keseimbangan – manusia memiliki potensi baik dan buruk, sehingga perlu mengendalikan diri.

3.     Akhlak Realistis – Islam memberi ruang bagi manusia untuk bertaubat dan memperbaiki diri.

Akhlak Terhadap Orang Tua

Meliputi berkata baik, tidak membentak, merendahkan diri, menaati perintah selama bukan maksiat, bertanggung jawab, dan selalu mendoakan kebaikan bagi keduanya.

Akhlak Terhadap Guru

Menghormati guru, menjaga nama baik, memperhatikan pelajaran, menjalankan amanah dengan ikhlas, rajin belajar, serta mendoakan kebaikan.

Akhlak Terhadap Teman

Ustadz menyampaikan pentingnya saling menghargai, berkata jujur dan lembut, tidak menyakiti hati, tolong-menolong, memberi salam, memaafkan, dan menerima kekurangan teman.

Beberapa siswa turut aktif dalam sesi tanya jawab.

·        Ansari bertanya tentang bagaimana menghadapi seseorang yang melakukan kesalahan besar hingga dibenci teman-temannya. Ustadz menjawab bahwa Islam memperbolehkan membalas sesuai perbuatan, tetapi memaafkan adalah pilihan terbaik yang mendatangkan pahala dan ketenangan hati.

·        Syifa Ulya Syahidah bertanya tentang cara menghadapi teman yang tersakiti namun tidak menyadari kesalahannya. Ustadz menjelaskan pentingnya introspeksi diri dan memperbaiki keadaan dengan cara yang baik dan bijak.

Kegiatan pesantren Ramadhan hari kedua diakhiri dengan pembacaan doa bersama. Dengan adanya rangkaian kegiatan ini, diharapkan seluruh warga SMAN 1 Amuntai dapat meningkatkan kualitas iman, memperbaiki akhlak, serta memaksimalkan amal ibadah selama bulan suci Ramadhan. (smansa/Rini Hartati)

Pencarian

Video PPDB

PPDB

Kalender

April 2026

Mg Sn Sl Rb Km Jm Sb
1 2 3 4
5 6 7 8 9 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30