BERITA


Sosialisasi Penerimaan Terpadu Anggota Polri T.A 2026 di SMAN 1 Amuntai

SMAN 1 Amuntai kembali melaksanakan kegiatan yang memberikan wawasan dan motivasi bagi para peserta didiknya, khususnya kelas XII yang sedang mempersiapkan langkah setelah lulus sekolah. Pada Rabu, 04 Maret 2026, bertempat di Aula SMAN 1 Amuntai, dilaksanakan kegiatan Sosialisasi Penerimaan Terpadu Anggota Polri Tahun Anggaran 2026 yang disampaikan langsung oleh narasumber dari Polres Hulu Sungai Utara (HSU). Kegiatan ini diikuti oleh seluruh peserta didik kelas XII yang tampak antusias mengikuti setiap penjelasan yang disampaikan.

Dalam sosialisasi tersebut, narasumber dari Polres HSU menjelaskan secara rinci mengenai dasar dan persyaratan umum untuk menjadi anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri). Beberapa persyaratan dasar yang harus dipenuhi di antaranya adalah calon pendaftar harus merupakan Warga Negara Indonesia, beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, memiliki pendidikan minimal SMA atau sederajat, serta berusia minimal 18 tahun pada saat dilantik menjadi anggota Polri. Selain itu, calon peserta juga tidak pernah dipidana karena melakukan tindak kejahatan yang dibuktikan dengan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) dari Polres setempat.

Pada kesempatan tersebut juga dijelaskan mengenai jalur seleksi yang tersedia dalam penerimaan anggota Polri tahun 2026, yaitu melalui jalur Taruna/Taruni Akademi Kepolisian (Akpol), Bintara Polri, dan Tamtama Polri. Untuk jalur Taruna Akpol, pendidikan akan dibuka pada 1 Agustus 2026 dengan lama pendidikan selama empat tahun yang dilaksanakan di Akademi Kepolisian Lemdiklat Polri di Semarang. Sementara itu, untuk jalur Bintara dan Tamtama Polri, pendidikan direncanakan dimulai pada 30 Juli 2026 dengan lama pendidikan sekitar tujuh bulan yang dilaksanakan di SPN Polda Kalimantan Selatan dan Sepolwan.

Narasumber juga memaparkan berbagai persyaratan khusus pada masing-masing jalur seleksi, seperti batas usia, nilai akademik minimal, tinggi badan minimal, hingga ketentuan domisili. Untuk Taruna Akpol misalnya, peserta lulusan SMA/MA dari jurusan IPA, IPS, maupun Kurikulum Merdeka harus memiliki nilai minimal tertentu serta memenuhi syarat tinggi badan minimal, yaitu 165 cm untuk pria dan 163 cm untuk wanita. Selain itu, calon peserta juga harus memenuhi ketentuan domisili minimal dua tahun di wilayah Polda tempat mendaftar.

Adapun untuk jalur Bintara Polri, terdapat beberapa kategori seperti Bintara PTU, Bintara Brimob, Bakomsus Gizi, dan Bintara Rekpro dengan persyaratan pendidikan mulai dari SMA hingga sarjana sesuai bidang yang dibutuhkan. Sementara itu, jalur Tamtama Polri diperuntukkan bagi calon peserta dengan usia minimal 17 tahun 5 bulan dan maksimal 22 tahun serta tinggi badan minimal 165 cm untuk pria.

Selain persyaratan, peserta didik juga mendapatkan penjelasan mengenai tahapan atau norma seleksi yang harus dilalui oleh setiap calon peserta. Tahapan tersebut meliputi pemeriksaan administrasi awal, pemeriksaan kesehatan tahap I, tes psikologi tahap I menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT), tes akademik, asesmen mental ideologi, hingga pemeriksaan kesehatan tahap II, uji kesamaptaan jasmani, tes psikologi tahap II berupa wawancara, serta pemeriksaan administrasi akhir sebelum sidang terbuka penetapan kelulusan.

Kegiatan sosialisasi ini juga diisi dengan sesi tanya jawab yang memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menyampaikan berbagai pertanyaan. Salah satu peserta didik bernama Rama menanyakan mengenai kondisi fisik, khususnya apabila terdapat sedikit kelainan seperti bentuk tubuh yang tidak sepenuhnya lurus atau sedikit membungkuk apakah masih dapat mendaftar. Narasumber menjelaskan bahwa dalam proses seleksi terdapat pemeriksaan khusus yang dilakukan oleh tenaga medis dengan standar pengukuran tertentu. Kondisi fisik tersebut akan dinilai dalam kategori tertentu, misalnya kategori K1 yang masih dapat ditoleransi atau K2 yang tidak memenuhi syarat. Oleh karena itu, calon peserta dianjurkan untuk melakukan perawatan atau terapi terlebih dahulu apabila memiliki kekurangan fisik sebelum mengikuti pendaftaran.

Pada kesempatan tersebut juga disampaikan pesan penting kepada para peserta didik agar berhati-hati terhadap oknum yang mengatasnamakan pihak tertentu dengan menjanjikan kelulusan dalam penerimaan anggota Polri dengan imbalan sejumlah uang. Narasumber menegaskan bahwa proses seleksi penerimaan anggota Polri dilaksanakan secara bersih, transparan, akuntabel, dan humanis. Apabila terdapat pihak yang melakukan penipuan atau menjanjikan kelulusan dengan cara tidak benar, maka dapat segera dilaporkan melalui barcode pengaduan yang telah disediakan.

Kegiatan sosialisasi kemudian ditutup dengan sesi foto bersama antara narasumber dari Polres HSU dengan para peserta didik serta guru yang hadir. Melalui kegiatan ini, diharapkan para peserta didik kelas XII SMAN 1 Amuntai dapat memperoleh informasi yang jelas mengenai peluang karier di lingkungan Kepolisian Republik Indonesia, sekaligus menjadi bekal dalam menentukan langkah dan pilihan setelah menyelesaikan pendidikan di bangku sekolah menengah atas. Selain itu, kegiatan ini juga memberikan motivasi bagi peserta didik untuk mempersiapkan diri secara akademik, fisik, dan mental apabila berminat mengikuti seleksi penerimaan anggota Polri di masa mendatang. (smansa/polres hsu)

Pencarian

Video PPDB

PPDB

Kalender

April 2026

Mg Sn Sl Rb Km Jm Sb
1 2 3 4
5 6 7 8 9 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30