BERITA


Memperkuat Keimanan dan Menumbuhkan Karakter Islami Siswa

Kegiatan Jum’at Taqwa kembali digelar oleh SMAN 1 Amuntai pada Jum’at, 29 Mei 2026 bertempat di Lapangan Basket SMAN 1 Amuntai. Kegiatan rutin keagamaan yang diikuti oleh seluruh pelajar, dewan guru, dan staf sekolah ini menjadi salah satu wujud pembentukan karakter peserta didik melalui pembiasaan ibadah dan peningkatan pemahaman spiritual. Pada kegiatan kali ini, tausiyah disampaikan langsung oleh Kepala Sekolah SMAN 1 Amuntai, Bapak Sukiman, S.Pd., MM, yang memberikan pesan mendalam tentang ketakwaan, keteladanan para nabi, dan pentingnya menjaga perilaku dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan dimulai pada pagi hari dengan penuh khidmat melalui pembacaan Asmaul Husna yang dipandu bersama seluruh warga sekolah. Lantunan nama-nama indah Allah SWT ini menjadi pembuka yang menumbuhkan ketenangan dan kekhusyukan.

Usai pembacaan Asmaul Husna, kegiatan dilanjutkan dengan shalat dhuha berjamaah yang dipimpin oleh Bapak Rahmannor, S.Pd. Suasana lapangan terasa semakin teduh ketika seluruh peserta didik dan tenaga pendidik bersimpuh melaksanakan ibadah sunnah tersebut dengan tertib dan penuh kesungguhan.

Setelah shalat dhuha, acara berlanjut dengan penyampaian tausiyah oleh Kepala Sekolah, Bapak Sukiman, S.Pd., MM. Dalam kesempatan tersebut beliau mengangkat kisah agung Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS, sebuah peristiwa yang diabadikan dalam Al-Qur’an dan mengandung hikmah mendalam mengenai keikhlasan, ketaatan, dan cinta kepada Allah SWT.

Beliau mengisahkan tentang bagaimana Nabi Ibrahim tidak dikaruniai keturunan hingga usia lanjut, hingga akhirnya Allah SWT mengabulkan doanya dengan lahirnya Nabi Ismail. Namun ketika Ismail memasuki usia remaja, datanglah perintah Allah kepada Nabi Ibrahim untuk mengorbankan putra yang sangat dicintainya itu.

Dalam nasehatnya beliau menekankan:

“Bayangkan betapa besar kecintaan orang tua terhadap anaknya. Namun ketika perintah Allah datang, Nabi Ibrahim tetap berserah diri. Begitu pula Nabi Ismail yang menjawab, ‘Wahai ayahku, laksanakanlah apa yang diperintahkan Allah. InsyaAllah engkau akan mendapati aku termasuk orang yang berserah diri.’

Beliau juga menuturkan kisah halusnya akhlak Nabi Muhammad SAW saat menemui seorang gadis kecil yang menangis di pojok Kota Mekkah. Nabi bertanya lembut tentang kesedihannya, dan menawarinya kasih sayang layaknya seorang ayah dan saudara. Pesan ini menjadi pengingat bahwa Islam mengajarkan kelembutan, empati, dan kepedulian kepada sesama.

Melalui kisah-kisah tersebut, Kepala Sekolah menjelaskan bahwa makna kurban bukan hanya penyembelihan hewan saat Idul Adha, tetapi juga penyembelihan hawa nafsu, gaya hidup berlebihan, cinta dunia yang melampaui batas, serta sifat-sifat buruk yang merusak diri.

Dalam tausiyahnya, beliau juga menyampaikan instruksi penting dari Gubernur yang perlu dijaga demi keamanan, kenyamanan, dan nama baik sekolah. Lima hal berikut ditekankan dengan sangat serius:

1.     Larangan memposting konten negatif, hoaks, atau informasi yang merugikan orang lain. Pelakunya dapat berurusan dengan pihak berwajib seperti polisi, jaksa, hingga pengadilan.

2.     Larangan keras terhadap narkotika, mirasantika, dan minuman beralkohol. Tidak boleh mencoba, mendekati, apalagi mengonsumsi barang haram tersebut.

3.     Anti-bullying, baik kekerasan fisik maupun verbal. Semua warga sekolah wajib menjaga sikap saling menghormati.

4.     Intoleransi, yaitu tidak menghargai orang yang berbeda keyakinan. Beliau menegaskan bahwa setiap orang harus merasa aman, dihargai, dan nyaman berada di lingkungan sekolah.

5.     Pornografi, baik sebagai pelaku, pembuat, penyebar, maupun sekadar meneruskan. Hal ini sangat berbahaya dan merusak masa depan pelajar.

Beliau menegaskan:

“Fikirkan tiga kali sebelum memposting sesuatu. Sekolah ini harus menjadi pusat estetika, pusat kenyamanan, dan tempat tumbuhnya karakter yang baik.”

Setelah tausiyah yang sarat makna, seluruh warga sekolah melanjutkan kegiatan dengan pembacaan Surah Yasin bersama. Suara lantunan ayat-ayat suci bergema memenuhi lapangan, memberikan ketenangan dan keberkahan di pagi yang cerah tersebut.

Sebagai akhir kegiatan, doa penutup dibacakan oleh Bapak Mahlianor, S.Ag., memohon agar seluruh ilmu, nasihat, dan pembiasaan ibadah yang dilakukan menjadi amal kebaikan serta memberikan manfaat bagi seluruh warga sekolah.

Kegiatan Jum’at Taqwa SMAN 1 Amuntai pada tanggal 29 Mei 2026 ini kembali menjadi bukti nyata komitmen sekolah dalam membangun karakter religius, berakhlak mulia, dan berperilaku terpuji pada diri siswa. Melalui rangkaian ibadah, tausiyah, dan pembinaan moral, diharapkan para peserta didik semakin memahami nilai-nilai kebaikan dan mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Semoga kegiatan ini terus istiqamah dilaksanakan dan membawa keberkahan bagi seluruh warga SMAN 1 Amuntai. (smansa/Rini Hartati) 

Pencarian

Video PPDB

PPDB

Kalender

Mei 2026

Mg Sn Sl Rb Km Jm Sb
1 2
3 4 5 6 7 8 9
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31