STUDY TOUR SMAN 1 AMUNTAI KE MESJID BAANGKAT DAN LOKSADO KANDANGAN
Sebuah perjalanan tidak hanya tentang berpindah tempat, tetapi tentang merajut kebersamaan dan membawa pulang wawasan baru. Inilah yang dirasakan oleh para siswa dari ekstrakurikuler English Club dan Karya Ilmiah Remaja (KIR) SMAN 1 Amuntai dalam kegiatan study tour kolaboratif mereka di akhir tahun ajaran.
Kegiatan ini tidak mengandalkan dana instan. Jauh-jauh hari, para siswa dengan penuh semangat menyisihkan uang jajan mereka untuk menabung. Dibantu oleh Bapak Ahmad Zaini, S.Pd (Pembina English Club) dan Bapak Denny (Pembina KIR), mereka menyusun proposal kegiatan yang akhirnya mendapat lampu hijau dan disetujui penuh oleh Kepala Sekolah.
Hingga pada suatu hari, sebuah rapat persiapan digelar di rumah Bapak Zaini. Di sana, disepakati hari bersejarah itu: Kamis, 9 Juli 2026.
Kamis pagi yang cerah, jarum jam menunjukkan pukul 08.00 WITA. Halaman sekolah dipenuhi wajah-wajah ceria yang siap berpetualang. Karena Kepala Sekolah sedang berada di luar kota, pelepasan diwakili oleh Bapak H. Poliyani, S.Pd. MM. "Saling menjaga satu sama lain, perkuat kerja sama, dan taati setiap perintah guru pendamping. Semoga kegiatan ini sukses dan kalian semua selamat sampai kembali pulang," pesan Bapak Poly hangat sebelum melepas rombongan. Dengan doa yang mengangkasa, rombongan pun resmi berangkat menuju Kandangan.


Menelusuri Sejarah di Mesjid Baangkat.
Tujuan pertama mereka adalah Mesjid Baangkat yang terletak di Wasah Hilir, Kandangan. Begitu menginjakkan kaki di area mesjid bersejarah ini, rasa kagum langsung menyelimuti para siswa. Mereka melangkah masuk ke dalam ruang mesjid yang sarat akan nilai historis dan arsitektur yang megah pada zamannya.
Di sana, mereka disambut hangat oleh Bapak Syamsul, pengurus sekaligus pengelola mesjid yang merupakan generasi ketiga dari Datu Abbas (pendiri Mesjid Baangkat). Siswa-siswi English Club dan KIR menyimak dengan takjub setiap untaian cerita dan penjelasan dari beliau mengenai asal-usul dan perjuangan di balik berdirinya mesjid tersebut. Setelah puas belajar sejarah dan berfoto bersama untuk mengabadikan momen, Bapak Zaini menyerahkan kenang-kenangan dari SMAN 1 Amuntai kepada Bapak Syamsul sebagai bentuk penghormatan dan terima kasih.
Memacu Adrenalin di Jernihnya Sungai Amandit, Loksado

Perjalanan berlanjut ke destinasi utama yang paling dinantikan: Loksado. Di sini, petualangan yang sesungguhnya dimulai. Para siswa bersiap untuk menjajal river tubing!
Selama kurang lebih satu setengah jam, rombongan mengarungi derasnya aliran air Sungai Amandit menggunakan ban karet. Sensasi terombang-ambing di atas riam sungai memacu adrenalin sekaligus menghadirkan tawa lepas dari para siswa.
Namun, di sela-sela keseruan itu, mata mereka dimanjakan oleh pemandangan yang luar biasa indah. Hutan tropis yang rimbun di kiri-kanan sungai, udara yang sejuk, dan yang paling mengesankan adalah air sungai yang masih sangat jernih. Pengalaman menyatu dengan alam Loksado ini benar-benar menancap kuat di sanubari mereka.
Sore harinya, dengan tubuh yang lelah namun hati yang penuh kegembiraan, rombongan bersiap pulang ke Amuntai. Sesuai dengan doa di awal keberangkatan, seluruh rombongan tiba kembali dengan selamat tanpa kurang suatu apa pun.
Study tour ini bukan sekadar jalan-jalan. Bagi anggota English Club dan KIR SMAN 1 Amuntai, ini adalah wujud nyata dari kerja keras, pembelajaran budaya, kepekaan terhadap alam, dan yang terpenting: kenangan indah akhir tahun ajaran yang tidak akan pernah terlupakan seumur hidup. (smansa/Ahmad Zaini)
