BERITA


Sosialisasi Sekolah Aman dan Nyaman untuk Anak Indonesia Hebat Sekaligus Penyerahan Piagam Penghargaan Reels IG Idul Fitri dan Anak Indonesia Hebat BPMP Provinsi Kal-Sel

Aula Pangeran Samudera, BPMP Provinsi Kalimantan Selatan  1–2 Mei 2026.

Badan Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Kalimantan Selatan melaksanakan kegiatan Sosialisasi Sekolah Aman dan Nyaman untuk Anak Indonesia Hebat yang dirangkaikan dengan Penyerahan Piagam Penghargaan Reels IG Idul Fitri dan Anak Indonesia Hebat. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, pada 1-2 Mei 2026, di Aula Pangeran Samudera, Kantor BPMP Provinsi Kalsel, dan diikuti oleh peserta dari berbagai jenjang pendidikan serta para pemenang lomba Reels IG.

Acara menghadirkan dua narasumber utama, yakni Ibu Andini Puspa Dewi, S.Pd., M.Pd. dan Ibu Rif’ah Radhiati, M.Pd., dengan Ahmad Gafuri, M.Pd. sebagai moderator. Turut hadir pula Kasubbag Umum BPMP Provinsi Kalsel, Bapak Sucipto, S.Pd., S.T., M.Kom, beserta jajaran tim BPMP Kalimantan Selatan.

Kegiatan diawali dengan sambutan dari Bapak Ahmad Gafuri, M.Pd., yang menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta serta penegasan mengenai pentingnya budaya sekolah aman dan nyaman. Beliau menekankan bahwa Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026 membawa pembaruan penting terkait konsep Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (BSAN), sebagai pengembangan dari program sebelumnya seperti PPKSP. Perubahan ini diharapkan memperkuat ekosistem pembelajaran yang holistik, berkarakter, serta memberikan perlindungan kepada seluruh warga sekolah.

Sambutan kemudian dilanjutkan oleh Bapak Sucipto, S.Pd., S.T., M.Kom., yang secara resmi membuka acara. Dengan gaya komunikatif dan penuh semangat, beliau menyampaikan bahwa seluruh pihak harus bersama-sama menciptakan lingkungan belajar yang aman, ramah, dan membahagiakan bagi peserta didik dari jenjang PAUD hingga SMA. Beliau juga menyinggung pentingnya kegiatan lintas sektor, seperti apel bersama pada peringatan Hardiknas yang dilaksanakan esok sbtu, 02 Mei 2026 di lapangan kantor BPMP Provinsi Kal Sel, yang dapat memperkuat kolaborasi berbagai satuan pendidikan.

Narasumber pertama menyampaikan materi mengenai landasan kebijakan Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026 tentang Budaya Sekolah Aman dan Nyaman serta Kepmendikdasmen Nomor 17 Tahun 2026 terkait pedoman pelaksanaannya. Beberapa poin penting yang dibahas antara lain:

Menciptakan dan menjaga lingkungan belajar yang kondusif melalui:

·        Pemenuhan kebutuhan spiritual

·        Perlindungan fisik

·        Kesejahteraan psikologis dan keamanan sosiokultural

·        Keadaban dan keamanan digital

1.     Promotif-Preventif-Kolaboratif
Mengedepankan pencegahan dan keterlibatan banyak pihak.

2.     Perluasan Perlindungan
Tidak hanya mengatasi kekerasan, tetapi juga melindungi secara menyeluruh, termasuk di ruang digital.

3.     Partisipasi Semesta
Melibatkan guru, murid, orang tua, masyarakat, hingga media.

4.     Pendekatan Non-Litigasi
Mengutamakan penyelesaian secara kolaboratif serta rehabilitatif.

·        Kepala Sekolah bertanggung jawab penuh terhadap implementasi BSAN.

·        Guru dan Tendik berperan sebagai pendidik, pembina, dan teladan.

·        Murid menjadi penggerak budaya positif.

·        Orang tua sebagai mitra aktif sekolah.

·        Masyarakat dan media membantu menciptakan lingkungan aman dan mendukung literasi publik.

Ibu Andini juga menegaskan bahwa pembentukan TPPK yang diatur dalam Permendikbudristek Nomor 46 Tahun 2023 sudah tidak berlaku lagi. Kini, tanggung jawab berfokus pada kepala sekolah dan partisipasi warga sekolah. Di tingkat daerah, dibentuk POKJA untuk memastikan keberlanjutan implementasi BSAN.

Dalam sesi berikutnya, Ibu Rif’ah membawakan materi mengenai Literasi Digital dan Tantangan Dunia Maya bagi Peserta Didik. Dengan gaya yang komunikatif, beliau menjelaskan berbagai fakta penting:

·        Anak dan remaja menggunakan gadget 3-8 jam per hari

·        Konten utama yang diakses: media sosial, permainan digital, dan video

Peluang: pembelajaran tanpa batas, kreativitas digital, kolaborasiglobal.

Tantangan: cyberbullying, kecanduan gadget, hoaks, hingga penyebaran konten negatif

·        Think before you post

·        Menjaga privasi

·        Cek fakta sebelum membagikan informasi

·        Mengelola waktu penggunaan layar

·        Menghindari tren negatif

Beliau juga menekankan bahwa dunia digital ibarat pisau dapat membantu, namun juga bisa melukai. Karena itu, pendampingan orang tua dan ekosistem sekolah menjadi kunci.

Acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang diikuti peserta dengan sangat antusias. Salah satunya adalah Muhammad Ansari dari SMAN 1 Amuntai, yang bertanya mengenai penyebaran konten negatif dan batasan dalam mempublikasikan video atau informasi yang bersifat buruk. Narasumber menegaskan bahwa penyebaran konten negatif tetap tidak diperbolehkan dan harus melalui mekanisme pelaporan sesuai aturan hukum.

Pertanyaan juga muncul dari Bapak Eko (SDN 1 Sabuhur) mengenai penggantian TPPK dan peran sahabat hebat. Ibu Andini menjelaskan bahwa peran-peran tersebut kini berada di bawah koordinasi kepala sekolah dan pokja tingkat daerah. Siswa yang terlibat dalam program sahabat hebat nantinya akan menjadi tutor sebaya dalam penguatan budaya sekolah yang aman dan nyaman.

Narasumber dari SDN 5 Syamsudin Noor turut menyampaikan praktik baik mengenai cara menciptakan kelas yang aman bagi siswa, yaitu dengan memastikan semua anak merasa terlibat, tidak takut salah, serta memandang pembelajaran sebagai aktivitas yang menyenangkan dan penuh makna.

Kegiatan juga diisi dengan upacara peringatan hari Pendidikan nasional di lapangan kantor BPNP provinsi kalsel dan penyerahan piagam penghargaan dari BPMP Provinsi Kalimantan Selatan kepada pemenang lomba Reels IG dari berbagai jenjang, mulai dari TK hingga SMA. Satuan pendidikan yang menerima penghargaan antara lain:

·        TK As-Salam Martapura

·        TK Negeri 2 Pandawaan

·        TK Tunas Harapan

·        SDN 1 Sabuhur

·        SDIT Robbani

·        SDN 3 Sungai Tiung

·        SMPN 3 Martapura

·        SMPN 1 Rantau

·        SMPN 14 Banjarmasin

·        SMAN 1 Amuntai

·        SMAN 1 Amuntai Utara

·        SMA 3 Martapura

Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas kreativitas serta dukungan peserta didik dalam menyebarkan pesan positif melalui media digital.

Kegiatan Sosialisasi Sekolah Aman dan Nyaman untuk Anak Indonesia Hebat ini memberikan pemahaman mendalam tentang pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan berkarakter, baik di dunia nyata maupun dunia digital. Kolaborasi antara sekolah, orang tua, masyarakat, dan pemerintah daerah menjadi kunci keberhasilan implementasi kebijakan baru ini.

Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan seluruh satuan pendidikan di Kalimantan Selatan semakin siap membangun budaya sekolah yang lebih humanis, inklusif, dan berorientasi pada kesejahteraan peserta didik, sehingga benar-benar terwujud “Anak Indonesia Hebat” yang cerdas, berkarakter, serta mampu menyongsong masa depan dengan percaya diri.(smansa/Rini Hartati)

Pencarian

Video PPDB

PPDB

Kalender

Mei 2026

Mg Sn Sl Rb Km Jm Sb
1 2
3 4 5 6 7 8 9
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31