Jumat Taqwa SMAN 1 Amuntai Menumbuhkan Ketakwaan dan Membentuk Karakter Religius melalui Kebersamaan
SMAN 1 Amuntai kembali melaksanakan kegiatan Jum’at Taqwa pada Jum'at, 14 Agustus 2026. Kegiatan yang berlangsung di Musholla Subulussalam SMAN 1 Amuntai ini diikuti oleh para pelajar serta seluruh dewan guru dan staf sekolah.
Jum’at Taqwa merupakan salah satu kegiatan pembinaan keagamaan yang dilaksanakan secara rutin sebagai bagian dari upaya sekolah dalam menanamkan nilai-nilai keimanan, ketakwaan, kedisiplinan, serta pembentukan karakter positif kepada seluruh warga sekolah. Melalui kegiatan ini, sekolah tidak hanya mendorong peserta didik untuk memiliki kemampuan akademik yang baik, tetapi juga membangun pribadi yang berakhlak, bertanggung jawab, dan memiliki kesadaran spiritual dalam kehidupan sehari-hari.
Sejak pagi, suasana di lingkungan SMAN 1 Amuntai terlihat lebih religius. Pada pukul 07.30 WITA, para peserta didik bersama dewan guru dan staf berkumpul di Musholla Subulussalam untuk mengikuti rangkaian kegiatan Jum’at Taqwa.
Kegiatan diawali dengan pembacaan Surah An-Naba secara bersama-sama. Pembacaan ayat suci Al-Qur’an tersebut dilaksanakan dengan penuh kekhusyukan. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan Asmaul Husna secara bersama-sama.
Pembiasaan membaca Al-Qur’an dan Asmaul Husna diharapkan dapat menjadi sarana bagi seluruh warga sekolah untuk mengawali aktivitas dengan mengingat Allah SWT. Selain menjadi kegiatan ibadah, pembiasaan tersebut juga mengajarkan kepada peserta didik pentingnya meluangkan waktu untuk mendekatkan diri kepada Allah di tengah kesibukan kegiatan belajar dan aktivitas sekolah.

Setelah pembacaan Surah An-Naba dan Asmaul Husna selesai, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan shalat Dhuha yang dipimpin oleh Bapak Rahmanoor, S.Pd.
Seluruh peserta mengikuti shalat Dhuha dengan tertib dan khusyuk. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk pembiasaan ibadah yang diharapkan dapat diterapkan peserta didik, tidak hanya ketika berada di sekolah, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.
Pelaksanaan shalat Dhuha secara bersama-sama juga menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan antara peserta didik, guru, dan tenaga kependidikan. Seluruh warga sekolah berada dalam satu suasana yang sama, mengikuti rangkaian ibadah dengan penuh kesadaran dan ketertiban.
Setelah pelaksanaan shalat Dhuha, kegiatan dilanjutkan dengan kultum yang disampaikan oleh Kepala SMAN 1 Amuntai, Bapak Sukiman, S.Pd., MM.
Dalam penyampaiannya, Bapak Sukiman mengingatkan seluruh warga sekolah agar mempersiapkan diri dengan baik sebelum melaksanakan ibadah. Persiapan tersebut dimulai dari hal-hal sederhana, seperti melaksanakan wudhu dengan benar sebelum memasuki musholla.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa ibadah tidak hanya berkaitan dengan pelaksanaan gerakan dan bacaan, tetapi juga membutuhkan kesiapan diri, ketertiban, serta pemahaman yang baik.
Dalam kultumnya, beliau juga menyampaikan pentingnya memperhatikan tata cara wudhu dengan benar. Setiap anggota tubuh yang dibasuh ketika berwudhu perlu dilakukan sesuai tuntunan. Hal tersebut menjadi bagian dari kesempurnaan persiapan sebelum melaksanakan shalat.
Selain itu, peserta didik juga diingatkan untuk memahami bacaan-bacaan dalam shalat, termasuk bacaan ketika rukuk dan bagian-bagian shalat lainnya. Pemahaman terhadap bacaan shalat diharapkan dapat membuat setiap individu semakin mengerti makna ibadah yang sedang dilaksanakan, sehingga shalat tidak sekadar dilakukan sebagai rutinitas, tetapi benar-benar menjadi sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Pesan tersebut sangat relevan bagi peserta didik karena pembentukan karakter religius tidak cukup hanya dengan mengikuti kegiatan keagamaan, tetapi juga perlu disertai dengan pemahaman dan kesadaran dari dalam diri.

Setelah kultum selesai, rangkaian Jum’at Taqwa dilanjutkan dengan pembacaan Surah Al-Kahfi. Seluruh warga SMAN 1 Amuntai secara bersama-sama membaca Surah Al-Kahfi dengan lantang dan tertib.
Suasana Musholla Subulussalam pun dipenuhi lantunan ayat suci Al-Qur’an. Para peserta didik mengikuti pembacaan dengan penuh perhatian, sementara guru dan staf turut mendampingi serta mengikuti kegiatan tersebut.
Pembacaan Surah Al-Kahfi menjadi salah satu bentuk pembiasaan membaca Al-Qur’an di lingkungan sekolah. Kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan kecintaan peserta didik terhadap Al-Qur’an serta membangun kebiasaan positif untuk membaca dan mempelajari kandungannya.
Lebih dari sekadar kegiatan rutin, pembacaan Al-Qur’an bersama juga mengajarkan nilai kebersamaan. Seluruh warga sekolah dapat berpartisipasi tanpa membedakan peran dan kedudukan. Guru, tenaga kependidikan, dan peserta didik bersama-sama menciptakan suasana religius di lingkungan sekolah.
Setelah pembacaan Surah Al-Kahfi selesai, seluruh rangkaian kegiatan Jum’at Taqwa kemudian ditutup dengan doa bersama.
Doa menjadi penutup yang penuh makna, sebagai bentuk pengharapan agar seluruh kegiatan yang dilaksanakan memberikan keberkahan serta membawa kebaikan bagi seluruh warga SMAN 1 Amuntai. Melalui doa bersama, seluruh peserta juga diajak untuk senantiasa memohon petunjuk, keselamatan, kesehatan, kemudahan dalam belajar dan bekerja, serta keberhasilan dalam menjalankan berbagai aktivitas.
Pelaksanaan Jum’at Taqwa di Musholla Subulussalam SMAN 1 Amuntai menunjukkan bahwa pendidikan karakter tidak hanya dilakukan melalui kegiatan pembelajaran di dalam kelas. Nilai-nilai keagamaan juga perlu ditanamkan melalui pembiasaan yang dilakukan secara konsisten dalam kehidupan sekolah.
Kegiatan seperti membaca Al-Qur’an, Asmaul Husna, shalat Dhuha, mendengarkan kultum, serta berdoa bersama menjadi bagian penting dalam membangun budaya sekolah yang religius. Pembiasaan tersebut diharapkan dapat membentuk peserta didik yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepribadian yang baik dan mampu menerapkan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari.
Jum’at Taqwa juga menjadi ruang bagi guru untuk memberikan keteladanan secara langsung. Ketika guru dan tenaga kependidikan turut mengikuti kegiatan bersama peserta didik, nilai-nilai kedisiplinan, kebersamaan, dan ketakwaan dapat lebih mudah ditanamkan melalui contoh nyata.
Pendidikan merupakan proses yang berlangsung secara menyeluruh. Pengetahuan, keterampilan, sikap, dan karakter perlu tumbuh secara seimbang. Oleh karena itu, kegiatan keagamaan seperti Jum’at Taqwa memiliki peran penting dalam mendukung proses pembentukan karakter peserta didik.
Peserta didik dibiasakan untuk hadir tepat waktu, menjaga ketertiban, mengikuti ibadah dengan khusyuk, memahami pentingnya bersuci, serta menghargai waktu untuk beribadah. Kebiasaan-kebiasaan sederhana tersebut diharapkan dapat terbawa dalam kehidupan mereka di luar lingkungan sekolah.
Melalui kegiatan Jum’at Taqwa, SMAN 1 Amuntai terus berupaya menghadirkan lingkungan pendidikan yang mendukung perkembangan peserta didik secara utuh. Sekolah menjadi tempat untuk belajar berbagai ilmu pengetahuan sekaligus tempat untuk menumbuhkan nilai-nilai moral, spiritual, dan sosial.
Melalui kegiatan ini, SMAN 1 Amuntai terus berkomitmen membangun budaya sekolah yang religius, disiplin, dan berkarakter. Diharapkan nilai-nilai yang diperoleh dalam setiap kegiatan Jum’at Taqwa dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga lahir generasi yang tidak hanya memiliki prestasi, tetapi juga memiliki akhlak mulia, tanggung jawab, dan ketakwaan kepada Allah SWT. (smansa/Rini Hartati)
