SMAN 1 Amuntai Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW 12 Rabiul Awal 1448 H, Tanamkan Keteladanan Akhlak Rasulullah
Amuntai – Dalam rangka memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW, keluarga besar SMAN 1 Amuntai melaksanakan kegiatan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 12 Rabiul Awal 1448 Hijriah pada Jumat, 28 Agustus 2026. Kegiatan berlangsung di Aula SMAN 1 Amuntai dan diikuti oleh para peserta didik, dewan guru, serta seluruh staf sekolah.
Peringatan Maulid Nabi menjadi momentum penting bagi seluruh warga sekolah untuk meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah SAW sekaligus mengambil teladan dari akhlak dan perilaku beliau dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan berlangsung dengan suasana religius, khidmat, dan penuh kebersamaan.

Kegiatan diawali dengan pembacaan Maulid Nabi Muhammad SAW yang dipimpin oleh Bapak Mahlianoor, Bapak Rahmanoor, dan perwakilan peserta didik Kelas X, XI, XII. Pembacaan Maulid berlangsung dengan penuh kekhusyukan dan diikuti oleh seluruh peserta yang hadir.

Setelah pembacaan Maulid selesai, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an oleh Noor Hafizah, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan terjemah oleh Salsabila.
Pembacaan Al-Qur'an tersebut menjadi pengingat bahwa kegiatan peringatan Maulid Nabi tidak hanya menjadi ajang mengenang kelahiran Rasulullah SAW, tetapi juga menjadi kesempatan untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui kecintaan terhadap Al-Qur'an dan ajaran Rasulullah.

Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan sambutan Kepala SMAN 1 Amuntai, Bapak Sukiman, S.Pd., MM.
Dalam sambutannya, beliau menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh panitia dan pengurus OSIS yang telah membantu mempersiapkan dan menyukseskan kegiatan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Beliau juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Habib Husein Al Aydrus yang telah berkenan hadir dan memberikan tausiah kepada keluarga besar SMAN 1 Amuntai.
Kepala sekolah juga mengingatkan seluruh peserta didik agar mengikuti tausiah dengan baik. Para siswa diminta untuk menjaga ketenangan, tidak berbicara atau membuat keributan, serta tidak bermain telepon genggam selama penyampaian ceramah.
Pesan tersebut disampaikan agar seluruh peserta dapat menyimak tausiah dengan sungguh-sungguh dan mengambil sebanyak mungkin pelajaran yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Acara utama kemudian dilanjutkan dengan tausiah yang disampaikan oleh Habib Husein Al Aydrus. Dalam ceramahnya, beliau menyampaikan berbagai nasihat mengenai pentingnya adab dan akhlak dalam kehidupan sehari-hari, khususnya bagi generasi muda.
Menurut beliau, memperingati Maulid Nabi hendaknya tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata. Hal yang lebih penting adalah bagaimana setiap umat Islam mampu mengenal, mencintai, dan meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.
Beberapa pesan penting yang disampaikan dalam tausiah antara lain sebagai berikut.
Habib Husein Al Aydrus mengingatkan pentingnya menjawab salam. Ketika seseorang memberikan salam, hendaknya salam tersebut dijawab dengan baik.
Beliau memberikan contoh dalam lingkungan sekolah, khususnya ketika guru memasuki kelas. Para siswa diingatkan untuk membiasakan diri menjawab salam yang disampaikan oleh guru sebagai bentuk penghormatan dan penerapan adab dalam kehidupan sehari-hari.
Pesan berikutnya adalah pentingnya memuliakan dan menghormati guru. Guru merupakan sosok yang memberikan ilmu dan membimbing peserta didik dalam proses pendidikan.
Para siswa diajak untuk membiasakan diri memberikan salam ketika bertemu guru, menghormati guru, serta menjaga sikap dan tutur kata. Sikap hormat kepada guru merupakan salah satu bentuk akhlak mulia yang perlu terus dipelihara.
Habib juga berpesan agar para peserta didik menjauhi sifat sombong, baik dalam ucapan, sikap, maupun hati.
Setiap manusia memiliki kelebihan dan kekurangan. Oleh sebab itu, kelebihan yang dimiliki hendaknya tidak menjadi alasan untuk merendahkan orang lain. Sebaliknya, setiap kelebihan sebaiknya digunakan untuk membantu dan memberikan manfaat kepada sesama.
Dalam kesempatan tersebut, Habib Husein Al Aydrus juga mengajak seluruh warga sekolah untuk mengisi bulan Maulid dengan berbagai amalan positif.
Beliau menekankan bahwa inti dari memperingati Maulid Nabi adalah meneladani akhlak Rasulullah SAW. Kecintaan kepada Rasulullah hendaknya diwujudkan melalui perilaku sehari-hari, seperti berkata baik, menghormati orang lain, rendah hati, jujur, dan senantiasa berbuat kebaikan.
Peserta juga diajak untuk memperbanyak shalawat kepada Nabi Muhammad SAW.
Ketika ada kegiatan bershalawat, umat Islam dianjurkan untuk mengikutinya. Begitu pula ketika nama Rasulullah SAW disebut, hendaknya membiasakan diri membaca shalawat.
Habib juga mengingatkan agar shalawat menjadi bagian dari kebiasaan sehari-hari sebagai bentuk kecintaan kepada Rasulullah SAW dan doa agar memperoleh syafaat serta keselamatan.
Allahumma shalli 'ala Sayyidina Muhammad.
Selain membahas akhlak dan shalawat, Habib Husein Al Aydrus juga menyampaikan pentingnya membiasakan diri dengan dzikir dan doa dalam aktivitas sehari-hari.
Salah satunya adalah memperbanyak dzikir “La ilaha illallah” sebagai bentuk mengingat dan mengagungkan Allah SWT.
Beliau juga mengingatkan pentingnya membaca doa ketika keluar rumah. Doa yang disampaikan antara lain:
“Bismillah, tawakkaltu 'alallah, la haula wa la quwwata illa billahil 'aliyyil 'azhim.”
Doa tersebut menjadi bentuk permohonan kepada Allah SWT agar senantiasa diberikan perlindungan dan keselamatan dalam setiap aktivitas.
Dalam tausiah tersebut, Habib juga mengingatkan agar generasi muda tidak melupakan pentingnya ziarah dan mendoakan orang tua, terutama orang tua yang telah meninggal dunia.
Beliau mengajak para peserta didik untuk tidak hanya mengutamakan kegiatan bersenang-senang, tetapi juga meluangkan waktu untuk berziarah dan mendoakan keluarga serta orang-orang yang telah berjasa dalam kehidupan.
Pesan ini menjadi pengingat agar generasi muda tetap memiliki rasa hormat, kasih sayang, dan kepedulian kepada orang tua serta keluarga.
Setelah penyampaian tausiah, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Salah satu pertanyaan disampaikan oleh Ibu Srimaulina, S.Pd.
Beliau menanyakan mengenai seseorang yang memiliki amalan membaca shalawat tetapi kemudian lupa mengamalkannya selama lebih dari satu minggu. Selain itu, beliau juga menanyakan mengenai membaca shalawat atau berdzikir dalam berbagai aktivitas sehari-hari.
Pertanyaan tersebut kemudian dijawab oleh Habib Husein Al Aydrus. Beliau menjelaskan bahwa membaca shalawat dan berdzikir merupakan amalan yang baik untuk terus dibiasakan. Shalawat dan dzikir dapat dilakukan dalam berbagai kesempatan, selama tetap memperhatikan adab dan kondisi masing-masing.
Sesi tanya jawab berlangsung dengan menarik karena memberikan kesempatan kepada warga sekolah untuk mendapatkan penjelasan secara langsung sekaligus menambah pemahaman mengenai amalan dan kehidupan keagamaan.
Setelah sesi tanya jawab selesai, kegiatan dilanjutkan dengan doa bersama yang dipimpin oleh Habib Husein Al Aydrus. Seluruh peserta mengikuti doa dengan khidmat dan penuh harapan agar keluarga besar SMAN 1 Amuntai senantiasa diberikan kesehatan, keselamatan, keberkahan, serta kemudahan dalam menjalankan aktivitas.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyerahan kenang-kenangan dari SMAN 1 Amuntai kepada Habib Husein Al Aydrus sebagai bentuk apresiasi dan ucapan terima kasih atas kehadiran serta ilmu dan nasihat yang telah disampaikan.
Kegiatan ditutup dengan foto bersama sebagai dokumentasi dan kenang-kenangan atas terlaksananya peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 12 Rabiul Awal 1448 H.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di SMAN 1 Amuntai menjadi momentum untuk mengingat kembali perjuangan, keteladanan, dan akhlak mulia Rasulullah SAW.
Pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut diharapkan tidak hanya didengar, tetapi juga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari oleh seluruh peserta didik. Menghormati guru, menjawab salam, menjaga kerendahan hati, memperbanyak shalawat, membiasakan dzikir dan doa, serta berbakti kepada orang tua merupakan bagian dari upaya membentuk pribadi yang berakhlak mulia.
Melalui kegiatan keagamaan seperti ini, SMAN 1 Amuntai terus berupaya membangun karakter peserta didik yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki keimanan, ketakwaan, sopan santun, dan kepedulian terhadap sesama.
Semoga peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 12 Rabiul Awal 1448 H dapat menjadi pengingat bagi seluruh keluarga besar SMAN 1 Amuntai untuk semakin mencintai Rasulullah SAW, memperbanyak shalawat, serta berusaha meneladani akhlak beliau dalam kehidupan sehari-hari.
Allahumma shalli 'ala Sayyidina Muhammad. Semoga kita semua senantiasa mendapatkan keberkahan, keselamatan, dan syafaat Rasulullah SAW. Aamiin Ya Rabbal 'Alamin. (smansa/Rini Hartati)
