BERITA


Silaturahmi dan Sharing Session OSIS SMA se-Kabupaten HSU di SMAN 1 Amuntai Dari Ide Menjadi Aksi, dari Pelajar Menjadi Inspirasi

Suasana penuh semangat, kebersamaan, dan inspirasi terasa di Aula SMAN 1 Amuntai pada Rabu, 16 September 2026. SMAN 1 Amuntai menjadi tempat pelaksanaan kegiatan Silaturahmi dan Sharing Session OSIS SMA se-Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) yang mempertemukan para pengurus OSIS dari berbagai SMA di Kabupaten HSU.

Kegiatan ini menjadi ruang bagi para pelajar untuk saling bersilaturahmi, bertukar pengalaman, berbagi gagasan, memperkuat jejaring antarpengurus OSIS, sekaligus meningkatkan kepedulian pelajar terhadap berbagai persoalan yang ada di lingkungan sekolah, khususnya terkait pencegahan penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar.

Mengusung semangat “Dari Ide Menjadi Aksi, dari Pelajar Menjadi Inspirasi”, kegiatan ini tidak hanya menghadirkan penyampaian materi, tetapi juga memberikan kesempatan kepada para peserta untuk berdiskusi, berbagi pengalaman kepemimpinan, membangun kerja sama, dan mengikuti berbagai kegiatan kebersamaan.

Kegiatan diikuti oleh para panitia OSIS, peserta, Forum OSIS SMA se-Kabupaten HSU, serta sejumlah pihak yang terlibat dalam pembinaan dan pengembangan kegiatan kepemudaan di lingkungan sekolah. Ketua MKKS SMA Kabupaten HSU, Bapak Sukiman, S.Pd., MM, turut hadir sekaligus memberikan sambutan dan membuka kegiatan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan yang berlangsung di Aula SMAN 1 Amuntai. Para peserta dari berbagai sekolah mengikuti kegiatan dengan penuh antusias.

Untuk menumbuhkan semangat kebangsaan dan kecintaan terhadap daerah, acara diawali dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya, kemudian dilanjutkan dengan Mars Hulu Sungai Utara (HSU).

Setelah itu, acara dilanjutkan dengan sambutan dari Kepala SMAN 1 Amuntai sekaligus Ketua MKKS SMA Kabupaten HSU, Bapak Sukiman, S.Pd., MM.

Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi dan rasa gembira atas terlaksananya kegiatan yang mempertemukan para pengurus OSIS dari berbagai SMA di Kabupaten Hulu Sungai Utara.

Beliau menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini menjadi kesempatan yang sangat baik bagi para pengurus OSIS untuk saling berbagi pengalaman dan pengetahuan. Setiap sekolah tentu memiliki program, kreativitas, dan pengalaman yang berbeda. Melalui forum sharing session, berbagai hal positif yang sudah dilakukan di satu sekolah dapat menjadi inspirasi bagi sekolah lainnya.

Semangat tersebut tercermin dari pesan untuk saling belajar. Program atau kegiatan yang belum dimiliki oleh suatu sekolah dapat menjadi inspirasi untuk diadaptasi, sementara pengalaman yang telah dimiliki dapat dibagikan kepada sekolah lain.

Dengan demikian, forum ini tidak hanya menjadi tempat berkumpul, tetapi juga menjadi ruang untuk membangun budaya saling belajar, berbagi, dan berkembang bersama.

Bapak Sukiman juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus OSIS dan pihak-pihak yang telah mendukung kegiatan tersebut. Dengan mengharap rida Allah SWT, kegiatan sosialisasi narkoba, silaturahmi, dan sharing session Forum Ketua OSIS SMA se-Kabupaten HSU secara resmi dibuka.

Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan sambutan dari pembina sosialisasi narkoba Kabupaten HSU, Bapak Misro Ariyanto dari SMAN Paminggir.

Dalam penyampaiannya, beliau menekankan pentingnya peran pelajar sebagai bagian dari upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba di lingkungan sekolah.

Melalui kegiatan tersebut, para peserta diharapkan tidak hanya menerima informasi untuk dirinya sendiri, tetapi juga mampu menyampaikan kembali pengetahuan dan edukasi yang diperoleh kepada teman-teman di sekolah masing-masing.

Dengan demikian, informasi mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba dapat menyebar lebih luas dan menjadi bagian dari gerakan bersama untuk meminimalisir serta mengurangi penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar dan anak.

Pesan tersebut sejalan dengan semangat kegiatan, bahwa pelajar bukan hanya sebagai penerima informasi, tetapi juga dapat menjadi pelopor dan penyampai pesan positif di lingkungan sekolahnya.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Ketua OSIS SMAN 1 Amuntai, M. Dailami.

Dalam sambutannya, M. Dailami menyampaikan harapan agar kegiatan silaturahmi ini dapat semakin mempererat hubungan antarpengurus OSIS SMA se-Kabupaten Hulu Sungai Utara serta membuka peluang kerja sama yang lebih baik di masa mendatang.

Ia juga mengajak seluruh peserta untuk memanfaatkan kegiatan dengan sebaik-baiknya. Menurutnya, sharing session bukan hanya kegiatan untuk mendengarkan, tetapi juga kesempatan untuk berdiskusi, bertanya, dan berbagi pengalaman.

Sebuah pertemuan dapat melahirkan ide besar apabila setiap peserta berani menyampaikan gagasan dan pengalamannya. Dari proses saling bertukar pikiran tersebut, diharapkan muncul berbagai bentuk kerja sama dan kegiatan positif yang dapat dikembangkan bersama oleh OSIS SMA se-Kabupaten HSU.

Setelah rangkaian sambutan selesai, seluruh peserta, panitia, dan pihak yang hadir mengikuti sesi foto bersama.

Foto bersama menjadi salah satu bagian penting dalam kegiatan karena bukan hanya menjadi dokumentasi, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan dan kekompakan para pengurus OSIS dari berbagai sekolah di Kabupaten Hulu Sungai Utara.

Setelah sesi foto bersama, kegiatan kembali dilanjutkan dengan agenda utama berupa sosialisasi pencegahan narkoba di lingkungan sekolah.

Materi sosialisasi disampaikan oleh Daffina Al Fathira Ramadhania, Hilpina, dan Muhammad Dawdy dengan topik “Pengaruh Narkoba terhadap Tumbuh Kembang Jiwa Anak.”

Materi ini memberikan pemahaman kepada para peserta mengenai pengertian narkoba, pentingnya kesehatan jiwa anak dan remaja, faktor yang dapat menyebabkan remaja rentan terhadap narkoba, dampak penyalahgunaan narkoba, hak anak, serta langkah-langkah pencegahannya.

Dalam materi dijelaskan bahwa narkoba merupakan zat atau obat yang dapat menyebabkan perubahan atau penurunan kesadaran, menghilangkan rasa, mengurangi atau menghilangkan rasa nyeri, serta dapat menimbulkan ketergantungan. Contoh narkoba yang dibahas antara lain ganja, opium, putau atau heroin, ekstasi, dan sabu.

Masa anak-anak dan remaja merupakan periode penting dalam proses tumbuh kembang. Pada masa ini, anak tidak hanya berkembang secara fisik, tetapi juga membangun berbagai kemampuan yang akan memengaruhi kehidupannya di masa mendatang.

Tumbuh kembang jiwa mencakup kemampuan untuk mengenali emosi, mengendalikan perilaku, berpikir dan memecahkan masalah, membangun hubungan sosial, memiliki rasa percaya diri, serta membentuk karakter dan nilai moral.

Kesehatan jiwa anak bukan hanya berarti tidak mengalami gangguan mental. Lebih dari itu, kesehatan jiwa juga mencakup kemampuan anak untuk berkembang secara optimal sesuai dengan usianya.

Anak yang memiliki kesehatan jiwa yang baik diharapkan mampu berkonsentrasi dalam belajar, memiliki rasa percaya diri, mampu menghadapi stres, mempunyai empati, serta mampu membangun hubungan yang sehat dengan orang lain.

Dalam materi dijelaskan bahwa remaja dapat menghadapi berbagai kondisi yang membuat mereka rentan terhadap penyalahgunaan narkoba.

Rasa ingin tahu yang tinggi, keinginan mencoba hal baru, pengaruh teman, lingkungan pergaulan yang negatif, masalah keluarga, hingga keinginan untuk terlihat keren dan diterima dalam kelompok menjadi beberapa hal yang perlu mendapat perhatian.

Selain itu, terdapat faktor internal seperti stres, kurang percaya diri, dan keinginan mencoba. Faktor eksternal juga dapat berasal dari lingkungan pertemanan yang negatif, media sosial, serta kurangnya pengawasan orang tua.

Karena itu, kemampuan pelajar untuk mengenali pengaruh negatif dan berani mengambil keputusan yang tepat menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan.

Penyalahgunaan narkoba dapat memberikan dampak pada berbagai aspek kehidupan anak dan remaja.

Dampak yang dapat muncul antara lain mudah marah, mudah cemas, depresi, serta perubahan suasana hati yang ekstrem. Perubahan tersebut dapat memengaruhi hubungan anak dengan keluarga, teman, maupun lingkungan sekolah.

Penyalahgunaan narkoba juga dapat berkaitan dengan perubahan perilaku, seperti menjadi lebih agresif, sering berbohong, melawan orang tua, sulit mengikuti aturan, hingga berisiko melakukan tindakan kriminal.

Kemampuan berpikir dan belajar juga dapat terganggu. Beberapa dampak yang dibahas antara lain penurunan konsentrasi, kesulitan mengingat, penurunan prestasi sekolah, serta kesulitan memecahkan masalah.

Dalam kehidupan sosial, anak dapat mulai menarik diri dari lingkungan pergaulan, kehilangan teman, sulit bekerja sama, serta mengalami konflik dengan keluarga.

Penyalahgunaan narkoba juga dapat berdampak pada rasa tanggung jawab dan nilai moral. Anak dapat mengalami kesulitan dalam membedakan antara hal yang benar dan yang salah.

Anak memiliki hak atas kesehatan. Karena itu, penyalahgunaan narkoba merupakan salah satu ancaman terhadap pemenuhan hak kesehatan anak. Setiap anak berhak memperoleh pelayanan kesehatan yang berkualitas tanpa diskriminasi, gizi yang cukup dan seimbang, lingkungan yang sehat dan aman, perlindungan dari penyalahgunaan narkotika, alkohol dan zat adiktif lainnya, informasi kesehatan sesuai usia, serta dukungan kesehatan mental.

Kesehatan mental juga menjadi bagian penting dari hak anak. Anak berhak merasa aman, dicintai dan dihargai, mendapatkan pengasuhan yang positif, terbebas dari kekerasan dan perundungan, serta mendapatkan dukungan ketika mengalami stres atau menghadapi permasalahan.

Pencegahan penyalahgunaan narkoba tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan kerja sama antara keluarga, sekolah, pemerintah, dan masyarakat.

Keluarga memiliki peran penting dalam memberikan perhatian dan pendampingan kepada anak. Orang tua perlu menyediakan waktu berkualitas, menjadi pendengar yang baik, memberikan ruang aman bagi anak untuk bercerita, memberikan edukasi tentang bahaya rokok, alkohol, dan narkoba sesuai usia, menanamkan nilai agama dan moral, serta mengenali teman dan lingkungan pergaulan anak.

Sementara itu, sekolah dan masyarakat dapat berperan melalui penciptaan lingkungan yang aman dan ramah anak, edukasi rutin mengenai bahaya narkoba, penyediaan berbagai kegiatan positif, serta membangun kerja sama yang baik antara orang tua, sekolah, pemerintah, dan masyarakat.

Para pelajar juga perlu dibekali kemampuan untuk menghadapi tekanan dan berbagai pengaruh negatif di lingkungan sekitar.

Beberapa kemampuan yang penting untuk dibangun adalah kemampuan mengelola stres, mengenali emosi, berani berkata “tidak” terhadap ajakan negatif, serta mampu memilih teman yang baik.

Dalam materi juga diperkenalkan pesan STOP sebagai salah satu bentuk pencegahan sejak dini:

  • S – Sayangi Anak
  • T – Temani Anak
  • O – Observasi Perubahan Perilaku
  • P – Peduli dan laporkan bila perlu.

Pesan tersebut mengingatkan bahwa perhatian kepada anak bukan hanya melalui nasihat, tetapi juga melalui pendampingan, komunikasi, pengamatan terhadap perubahan perilaku, dan kepedulian ketika terdapat tanda-tanda yang membutuhkan perhatian.

Pada akhirnya, pencegahan narkoba merupakan tanggung jawab bersama. Anak dan remaja membutuhkan lingkungan yang aman, perhatian yang cukup, pendidikan yang baik, serta dukungan untuk mengembangkan potensi diri secara positif.

Pencegahan narkoba bukan sekadar upaya menjauhkan anak dari zat berbahaya, tetapi merupakan bagian dari upaya memenuhi hak anak agar dapat tumbuh dan berkembang secara sehat, baik secara fisik, mental, sosial maupun emosional.

Pesan yang juga menjadi penutup materi adalah “Anak Hebat Dimulai dari Keluarga yang Peduli.”

Setelah penyampaian materi sosialisasi narkoba, kegiatan dilanjutkan dengan sesi silaturahmi pengurus OSIS SMA se-Kabupaten HSU.

Sesi ini menjadi salah satu agenda yang sangat menarik karena para ketua OSIS diberikan kesempatan untuk menyampaikan kesan, pesan, serta pengalaman selama menjalankan satu periode kepengurusan.

Berbagi pengalaman dilakukan oleh beberapa ketua OSIS, yaitu Daffina dari SMAN 2 Amuntai, M. Dailami dari SMAN 1 Amuntai, Hilpina dari SMAN 1 Sungai Pandan, Tina dari SMAN 1 Amuntai Utara, dan Dawdy dari SMAN 1 Danau Panggang.

Melalui sesi tersebut, para peserta dapat mengetahui berbagai pengalaman dalam menjalankan organisasi, mulai dari mengelola program kerja, berkoordinasi dengan anggota, menghadapi tantangan, membangun komunikasi, hingga menjaga kekompakan dalam kepengurusan.

Pengalaman dari satu sekolah dapat menjadi pembelajaran bagi sekolah lainnya. Perbedaan program dan cara kerja bukan menjadi penghalang, tetapi justru menjadi sumber inspirasi untuk melahirkan ide-ide baru yang dapat dikembangkan sesuai dengan kebutuhan masing-masing sekolah.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sharing session perjalanan satu periode bersama seluruh pengurus dan anggota OSIS SMA se-Kabupaten HSU.

Dalam sesi ini, peserta diberikan ruang untuk berinteraksi lebih luas. Mereka dapat menyampaikan pengalaman, bertukar pendapat, berdiskusi mengenai kegiatan OSIS, serta membicarakan berbagai hal yang berkaitan dengan pengalaman menjadi seorang pengurus organisasi di sekolah.

Sharing session menjadi ruang belajar yang tidak hanya berlangsung secara formal, tetapi juga melalui pengalaman nyata para pelajar. Dari cerita, tantangan, keberhasilan, hingga berbagai pengalaman selama menjalankan program kerja, peserta mendapatkan wawasan baru mengenai bagaimana sebuah organisasi pelajar dapat tumbuh dan berkembang.

Semangat inilah yang diharapkan dapat terus dibawa oleh para peserta setelah kembali ke sekolah masing-masing.

Setelah rangkaian sharing session selesai, kegiatan dilanjutkan dengan makan bersama dan ISHOMA.

Momen makan bersama menjadi kesempatan bagi para peserta untuk semakin mengenal satu sama lain dalam suasana yang lebih santai. Interaksi antarpelajar dari berbagai sekolah pun semakin cair sehingga suasana kekeluargaan semakin terasa.

Kebersamaan seperti ini menjadi bagian penting dari kegiatan silaturahmi karena hubungan yang baik tidak hanya dibangun melalui diskusi formal, tetapi juga melalui interaksi sederhana dan kebersamaan.

Setelah ISHOMA, kegiatan dilanjutkan dengan sesi GAMES yang dikemas dalam bentuk permainan atau games bersama.

Sebelum permainan dimulai, panitia terlebih dahulu menjelaskan aturan permainan serta melakukan pengondisian peserta. Hal tersebut dilakukan agar seluruh peserta memahami ketentuan permainan dan kegiatan dapat berlangsung secara tertib, aman, serta menyenangkan.

Setelah aturan dijelaskan, seluruh peserta menuju Lapangan Basket SMAN 1 Amuntai untuk mengikuti berbagai permainan yang telah disiapkan panitia.

Beberapa games yang dimainkan antara lain:

  • Tebak Gerak
  • Estafet Bola
  • Tebak Nama
  • Polpen Berjalan
  • Tebak Kata
  • Tebak Kepercayaan

Berbagai permainan tersebut menghadirkan suasana yang penuh semangat dan keceriaan. Para peserta dan panitia terlihat antusias mengikuti setiap permainan.

Selain menjadi sarana hiburan, games juga menjadi media untuk membangun kekompakan, komunikasi, kepercayaan, kerja sama, dan keberanian. Nilai-nilai tersebut sangat relevan dengan kehidupan organisasi karena seorang pengurus OSIS tidak hanya dituntut mampu menjalankan program kerja, tetapi juga harus mampu bekerja bersama orang lain.

Suasana kebersamaan semakin terasa ketika para peserta saling memberikan dukungan kepada kelompok masing-masing. Persaingan dalam permainan berlangsung dengan semangat kebersamaan dan tetap menjadi bagian dari proses membangun hubungan antarpelajar.

Setelah seluruh rangkaian games selesai, kegiatan ditutup oleh Wakil Forum OSIS SMA se-Kabupaten HSU.

Penutupan kemudian dilanjutkan dengan pembacaan doa sebagai ungkapan syukur atas terlaksananya seluruh rangkaian kegiatan dengan lancar.

Kegiatan Silaturahmi dan Sharing Session OSIS SMA se-Kabupaten HSU di SMAN 1 Amuntai tidak hanya menjadi sebuah agenda pertemuan antarpengurus OSIS, tetapi juga menjadi ruang belajar bersama bagi para pelajar.

Melalui kegiatan ini, para peserta mendapatkan berbagai pengalaman, mulai dari pemahaman mengenai bahaya narkoba, pentingnya menjaga kesehatan jiwa, pemenuhan hak anak, penguatan ketahanan mental, hingga pengalaman kepemimpinan dan organisasi.

Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat hubungan antarpelajar dan antarsekolah di Kabupaten Hulu Sungai Utara. Setiap sekolah memiliki pengalaman dan keunggulannya masing-masing. Ketika pengalaman tersebut dibagikan, maka akan lahir lebih banyak gagasan yang dapat dikembangkan bersama.

Semangat “Dari Ide Menjadi Aksi, dari Pelajar Menjadi Inspirasi” diharapkan tidak berhenti pada kegiatan ini saja. Para pengurus OSIS diharapkan mampu membawa ilmu, pengalaman, dan inspirasi yang diperoleh untuk dikembangkan di sekolah masing-masing.

Dengan adanya komunikasi dan kerja sama yang semakin kuat, Forum OSIS SMA se-Kabupaten HSU diharapkan dapat terus menjadi wadah bagi pelajar untuk belajar kepemimpinan, mengembangkan kreativitas, membangun kepedulian, serta menghadirkan berbagai kegiatan positif bagi lingkungan sekolah dan masyarakat.

Dari pertemuan lahir persahabatan. Dari diskusi lahir gagasan. Dari pengalaman lahir pembelajaran. Dan dari pelajar yang berani bergerak, lahirlah inspirasi untuk masa depan. (smansa/Rini Hartati)

Pencarian

Video PPDB

PPDB

Kalender

September 2026

Mg Sn Sl Rb Km Jm Sb
1 2 3 4 5
6 7 8 9 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30