BERITA


Perkuat Ikhtiar dan Doa, SMAN 1 Amuntai Gelar Shalat Hajat dan Doa Bersama Kelas XII dalam Persiapan Menghadapi TKA

Dalam rangka mempersiapkan peserta didik menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA), SMAN 1 Amuntai melaksanakan kegiatan Shalat Hajat dan Doa Bersama yang bertempat di Musholla Subulussalam SMAN 1 Amuntai, Jumat (23/10/2026). Kegiatan ini diikuti oleh seluruh peserta didik kelas XII, dewan guru, serta staf SMAN 1 Amuntai dengan penuh khidmat dan kekhusyukan.

Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk ikhtiar spiritual sekolah dalam memberikan dukungan dan penguatan kepada peserta didik kelas XII yang akan menghadapi TKA. Melalui kegiatan tersebut, para siswa diajak untuk mempersiapkan diri tidak hanya melalui belajar dan mengulang materi pelajaran, tetapi juga dengan mendekatkan diri kepada Allah SWT, memohon kemudahan, serta menumbuhkan ketenangan hati dan keyakinan dalam menghadapi ujian.

Sejak pukul 08.00 WITA, para peserta didik kelas XII bersama guru dan staf mulai berkumpul di Musholla Subulussalam. Suasana khusyuk dan penuh kebersamaan terasa ketika seluruh peserta mengikuti rangkaian kegiatan keagamaan yang telah disiapkan oleh pihak sekolah.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan Asmaul Husna secara bersama-sama. Lantunan nama-nama Allah SWT tersebut menjadi pembuka yang menumbuhkan suasana religius sekaligus mengajak seluruh peserta untuk menenangkan hati dan memusatkan perhatian kepada Allah SWT sebelum melanjutkan rangkaian ibadah berikutnya.

Pembacaan Asmaul Husna juga menjadi pengingat bagi para siswa bahwa setiap usaha yang dilakukan hendaknya disertai dengan doa dan tawakal. Dalam menghadapi TKA, peserta didik diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara persiapan akademik, kesiapan mental, dan penguatan spiritual.

Setelah pembacaan Asmaul Husna selesai, kegiatan dilanjutkan dengan pelaksanaan Shalat Hajat yang dipimpin oleh Bapak Rahmanoor, S.Pd. Seluruh peserta mengikuti ibadah tersebut dengan tertib dan khusyuk, memohon pertolongan serta kemudahan dari Allah SWT agar diberikan kelancaran dalam belajar dan menghadapi TKA.

Pelaksanaan Shalat Hajat ini menjadi momen bagi para siswa untuk menyampaikan harapan dan memohon hasil terbaik atas usaha yang telah mereka lakukan. Selain itu, kegiatan tersebut mengajarkan bahwa doa merupakan bagian penting dari ikhtiar seorang muslim dalam menjalani berbagai tantangan kehidupan.

Setelah pelaksanaan Shalat Hajat, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan membaca Surah Yasin dan Shalawat Kamilah secara bersama-sama. Seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan penuh penghayatan, menciptakan suasana kebersamaan yang hangat di lingkungan sekolah.

Pembacaan Surah Yasin dan Shalawat Kamilah menjadi bagian dari upaya memperkuat keimanan serta menumbuhkan ketenangan batin bagi peserta didik. Melalui rangkaian ibadah ini, siswa diharapkan semakin menyadari pentingnya memohon pertolongan Allah SWT, menjaga sikap, dan membiasakan diri untuk mendekatkan diri kepada-Nya dalam setiap keadaan.

Kegiatan tersebut juga menjadi sarana untuk mempererat kebersamaan antara peserta didik, guru, dan staf SMAN 1 Amuntai. Seluruh warga sekolah berpartisipasi dalam suasana yang penuh kekeluargaan, menunjukkan bahwa keberhasilan peserta didik merupakan perhatian dan harapan bersama.

Memasuki acara inti, para peserta mendapatkan tausiah dari Ustaz Syamsul Arifin. Dalam penyampaiannya, beliau memberikan pesan-pesan penting mengenai persiapan menghadapi ujian, kebiasaan membaca, kedisiplinan dalam menggunakan waktu, serta pentingnya menuntut ilmu yang bermanfaat bagi kehidupan dunia dan akhirat.

Ustaz Syamsul Arifin mengingatkan bahwa ketika menghadapi tes atau ulangan, termasuk TKA, peserta didik harus mempersiapkan diri dengan sungguh-sungguh. Salah satu langkah utama yang perlu dilakukan adalah mengulang kembali pelajaran yang telah disampaikan oleh guru. Materi yang sudah dipelajari hendaknya tidak dibiarkan begitu saja, tetapi perlu dibaca, dipahami, dan dipelajari kembali secara teratur.

Beliau juga menekankan pentingnya menumbuhkan kecintaan terhadap kegiatan membaca. Menurutnya, membaca merupakan kebiasaan yang sangat bermanfaat dalam meningkatkan pengetahuan dan kemampuan berpikir. Para siswa didorong untuk meluangkan waktu secara rutin untuk membaca, bahkan membiasakan diri membaca selama dua jam setiap hari sesuai dengan kemampuan dan kegiatan masing-masing.

Dengan membaca, seseorang tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga dapat memperkaya kosakata, melatih pemahaman, serta meningkatkan kemampuan menulis dan menyampaikan gagasan. Oleh karena itu, budaya membaca perlu terus digalakkan, terutama di kalangan pelajar yang sedang mempersiapkan diri menghadapi tantangan pendidikan dan kehidupan di masa mendatang.

Beliau mengajak para siswa agar menjadikan belajar sebagai kebutuhan, bukan sekadar kewajiban ketika menghadapi ujian. Di tengah perkembangan zaman yang semakin kompetitif, peserta didik perlu membekali diri dengan ilmu pengetahuan, keterampilan, dan karakter yang baik agar mampu menghadapi berbagai tantangan dengan lebih siap.

Dalam tausiah tersebut, Ustaz Syamsul Arifin juga mengingatkan pentingnya menjadi pembelajar yang aktif, khususnya dengan membiasakan diri mendengarkan secara saksama ketika guru atau orang lain menyampaikan ilmu dan nasihat.

Menurut beliau, siswa hendaknya tidak terlalu banyak berbicara tanpa tujuan, melainkan belajar mendengarkan dengan baik agar dapat mengambil pelajaran dari setiap kesempatan. Sikap tersebut membantu seseorang memahami informasi secara lebih mendalam sekaligus menunjukkan penghormatan kepada orang yang sedang berbicara.

Beliau juga menyampaikan pesan agar para siswa senantiasa menjaga perkataan. Jika tidak mampu mengatakan sesuatu yang baik, lebih baik menahan diri daripada mengucapkan perkataan yang dapat menyakiti orang lain atau menimbulkan persoalan.

Pesan ini menjadi pengingat bahwa kecerdasan akademik perlu berjalan seiring dengan akhlak yang mulia. Ilmu yang dimiliki hendaknya mendorong seseorang untuk semakin bijaksana dalam bersikap, menjaga hubungan dengan sesama, serta menggunakan perkataan dan perbuatannya untuk hal-hal yang bermanfaat.

Selain itu, kedisiplinan dalam menghargai waktu juga menjadi salah satu hal penting yang ditekankan dalam tausiah. Para siswa diingatkan agar mampu mengatur waktu dengan baik, membagi waktu antara belajar, beribadah, beristirahat, dan melakukan kegiatan positif lainnya.

Pengalaman tinggal di asrama, sebagaimana disampaikan dalam tausiah, dapat menjadi salah satu sarana untuk melatih kemandirian dan kedisiplinan. Melalui aturan dan rutinitas yang teratur, seseorang belajar menghargai waktu serta membiasakan diri menjalankan tanggung jawab dengan lebih baik.

Para siswa juga didorong untuk terus menambah pengetahuan dengan belajar dari berbagai sumber, termasuk mencari guru atau pembimbing di luar sekolah apabila diperlukan. Dengan demikian, proses belajar tidak terbatas pada ruang kelas, tetapi dapat berlangsung di mana saja selama terdapat kesempatan untuk memperoleh ilmu yang bermanfaat.

Dalam bagian lain tausiah, Ustaz Syamsul Arifin mengajak para siswa untuk tidak hanya mengejar banyaknya pengetahuan, tetapi juga memperhatikan manfaat ilmu yang dipelajari. Beliau mengingatkan bahwa ilmu yang bermanfaat seharusnya membawa seseorang menjadi pribadi yang lebih baik, semakin mengenal kekurangan dirinya, serta semakin dekat dan takut kepada Allah SWT.

Beliau mengaitkan pesan tersebut dengan pemikiran Imam Al-Ghazali mengenai ilmu yang bermanfaat, yakni ilmu yang membawa kebaikan dan mendorong seseorang untuk semakin mengenal kebesaran Allah SWT. Semakin bertambah ilmu seseorang, semestinya semakin tumbuh pula kesadaran untuk memperbaiki diri, meningkatkan ketakwaan, dan menjalankan ibadah dengan lebih baik.

Peserta didik juga diingatkan agar menjauhi kebiasaan membicarakan keburukan orang lain atau bergosip. Perbuatan tersebut bukan hanya dapat merusak hubungan persahabatan, tetapi juga berpotensi menimbulkan dosa dan persoalan yang lebih besar, terutama apabila menyangkut hak serta perasaan sesama manusia.

Oleh karena itu, para siswa diharapkan mampu menjaga lisan, menghormati orang lain, serta membangun lingkungan pergaulan yang sehat dan saling mendukung. Lingkungan pertemanan yang baik dapat membantu siswa berkembang menjadi pribadi yang lebih santun, bertanggung jawab, dan memiliki kepedulian terhadap sesama.

Pesan tersebut sangat relevan bagi peserta didik kelas XII yang sedang berada pada tahap penting dalam perjalanan pendidikan mereka. Selain mempersiapkan diri menghadapi TKA dan melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya, para siswa juga perlu membangun karakter yang kuat agar mampu menghadapi berbagai situasi dengan sikap yang bijaksana.

Ustaz Syamsul Arifin selanjutnya mengingatkan pentingnya menjaga kualitas ibadah, baik ibadah wajib maupun ibadah sunah. Beliau menegaskan bahwa shalat fardu merupakan kewajiban utama yang harus dijaga oleh setiap muslim. Di samping itu, umat Islam juga dianjurkan untuk meningkatkan kualitas ibadah melalui amalan-amalan sunah sesuai dengan kemampuan.

Beliau mengajak para siswa agar tidak meremehkan ibadah sunah, karena kebiasaan melakukan kebaikan secara konsisten dapat membantu membentuk kedisiplinan, memperkuat keimanan, dan menumbuhkan kecintaan kepada Allah SWT.

Melalui pembiasaan ibadah, peserta didik diharapkan dapat membangun keseimbangan antara aktivitas akademik dan kehidupan spiritual. Belajar dengan sungguh-sungguh merupakan bagian dari tanggung jawab, sedangkan beribadah menjadi sarana untuk memperkuat hubungan dengan Allah SWT dan memohon keberkahan atas setiap usaha yang dilakukan.

Dalam tausiah tersebut, beliau juga mengingatkan bahwa kehidupan dunia bersifat sementara. Karena itu, manusia hendaknya tidak hanya berorientasi pada pencapaian duniawi, tetapi juga mempersiapkan bekal untuk kehidupan akhirat.

Pesan tersebut tidak berarti mengabaikan pendidikan atau cita-cita di dunia. Sebaliknya, para siswa diajak untuk menjalani kehidupan dengan seimbang, yaitu berusaha meraih prestasi, mengembangkan kemampuan, dan mengejar cita-cita tanpa melupakan kewajiban beribadah serta tanggung jawab sebagai seorang muslim.

Dengan menjadikan ilmu, akhlak, dan ibadah sebagai bagian yang saling melengkapi, peserta didik diharapkan mampu tumbuh menjadi generasi yang berpengetahuan, berkarakter, dan memiliki landasan spiritual yang kuat.

Setelah penyampaian tausiah, kegiatan dilanjutkan dengan doa bersama yang dipimpin oleh Ustaz Syamsul Arifin. Seluruh peserta mengikuti doa dengan khusyuk, memohon kepada Allah SWT agar senantiasa diberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, ketenangan hati, kejernihan pikiran, serta kelancaran dalam menghadapi TKA.

Doa bersama ini menjadi penutup rangkaian utama kegiatan Shalat Hajat dan Doa Bersama di Musholla Subulussalam SMAN 1 Amuntai. Melalui doa tersebut, para siswa diharapkan semakin mantap dalam mempersiapkan diri, tetap optimistis, dan memiliki keyakinan untuk menghadapi ujian dengan sebaik-baiknya.

Kegiatan ini juga mengandung pesan bahwa keberhasilan membutuhkan usaha yang sungguh-sungguh, kedisiplinan, doa, dan tawakal. Peserta didik tidak cukup hanya berharap memperoleh hasil yang baik, tetapi juga perlu membuktikannya melalui kebiasaan belajar yang teratur, kesungguhan memahami materi, serta sikap pantang menyerah dalam menghadapi kesulitan.

Dengan persiapan yang matang dan dukungan doa dari seluruh warga sekolah, diharapkan peserta didik kelas XII SMAN 1 Amuntai dapat mengikuti TKA dengan lancar dan memperoleh hasil sesuai dengan usaha terbaik mereka.

Sebagai penutup kegiatan, SMAN 1 Amuntai menyerahkan hadiah kenang-kenangan kepada Ustaz Syamsul Arifin yang diserahkan langsung oleh Kepala SMAN 1 Amuntai, Bapak Sukiman, S.Pd., MM.

Penyerahan kenang-kenangan tersebut menjadi ungkapan penghargaan atas ilmu dan pesan-pesan kebaikan yang telah disampaikan. Nasihat mengenai pentingnya membaca, menuntut ilmu, menjaga akhlak, menghargai waktu, dan memperkuat ibadah diharapkan dapat menjadi bekal bagi para siswa, baik dalam menghadapi TKA maupun dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Kegiatan Shalat Hajat dan Doa Bersama ini menjadi salah satu bentuk perhatian SMAN 1 Amuntai terhadap kesiapan peserta didik kelas XII dalam menghadapi tahapan penting pendidikan mereka. Melalui kegiatan keagamaan seperti ini, sekolah berupaya menanamkan nilai religius sekaligus mengingatkan bahwa pendidikan tidak hanya berkaitan dengan pencapaian akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan akhlak mulia.

Semoga melalui kegiatan ini, seluruh peserta didik kelas XII SMAN 1 Amuntai diberikan kemudahan dalam memahami materi pelajaran, ketenangan saat mengerjakan soal, kesehatan, serta hasil terbaik dalam pelaksanaan TKA. Semoga pula mereka tumbuh menjadi generasi yang mencintai ilmu, berakhlak mulia, disiplin, bertanggung jawab, dan senantiasa menjadikan nilai-nilai keimanan sebagai pedoman dalam meraih cita-cita.

SMAN 1 Amuntai terus berkomitmen mendampingi peserta didik dalam mengembangkan potensi akademik, memperkuat karakter, dan menumbuhkan nilai-nilai spiritual sebagai bekal untuk meraih masa depan yang lebih baik. (smansa/Rini Hartati)

Pencarian

Video PPDB

PPDB

Kalender

Oktober 2026

Mg Sn Sl Rb Km Jm Sb
1 2 3
4 5 6 7 8 9 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30 31