BERITA


Perkuat Sinergi Pendidikan, SMAN 1 Amuntai Gelar Forum Silaturahmi Orang Tua dan Guru Kelas X dan Kelas XI

SMAN 1 Amuntai menyelenggarakan kegiatan FSOG (Forum Silaturahmi Orang Tua dan Guru) Kelas X–XI yang bertempat di Aula SMAN 1 Amuntai pada Jumat, 23 Oktober 2026. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya sekolah dalam mempererat hubungan silaturahmi, membangun komunikasi yang efektif, serta memperkuat kerja sama antara orang tua dan guru dalam mendampingi perkembangan peserta didik.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh orang tua peserta didik kelas X dan XI, Kepala SMAN 1 Amuntai Bapak Sukiman, S.Pd., MM, Wakil Kepala Sekolah bidang Kurikulum Ibu Hj. Rahmi Fahrida, S.Pd., Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan Ibu Hj. Rahmawati, M.Pd., para wali kelas, guru Bimbingan dan Konseling (BK), serta unsur sekolah lainnya.

Melalui forum ini, pihak sekolah memberikan kesempatan kepada orang tua untuk mengenal lebih dekat para guru yang mendampingi putra-putri mereka, memahami program dan tata tertib sekolah, serta mengetahui berbagai hal yang perlu diperhatikan bersama dalam mendukung pendidikan anak.

Forum silaturahmi ini juga menjadi sarana untuk menyamakan persepsi antara sekolah dan keluarga mengenai pentingnya kedisiplinan, pembentukan karakter, kebiasaan beribadah, pemanfaatan teknologi secara bijak, dan pengawasan terhadap pergaulan peserta didik. Dengan adanya komunikasi yang terbuka dan berkesinambungan, diharapkan berbagai tantangan dalam proses pendidikan dapat dihadapi melalui kerja sama yang baik.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara, Ibu Aulia Maftuhah, S.Pd. Acara dibuka dengan salam dan ucapan selamat datang kepada seluruh orang tua peserta didik kelas X dan XI yang telah berkenan hadir di Aula SMAN 1 Amuntai.

Dalam pengantarnya, pembawa acara mengajak seluruh peserta untuk bersyukur kepada Allah Swt. atas rahmat dan karunia-Nya sehingga kegiatan Forum Silaturahmi Orang Tua dan Guru dapat terlaksana dalam keadaan sehat dan penuh kebersamaan.

Suasana kegiatan berlangsung dengan penuh keakraban. Pertemuan ini diharapkan menjadi awal yang baik untuk membangun hubungan yang semakin dekat antara orang tua dan pihak sekolah, sehingga komunikasi mengenai perkembangan peserta didik dapat dilakukan dengan lebih mudah dan terbuka.

Setelah pembukaan, acara dilanjutkan dengan sambutan Kepala SMAN 1 Amuntai bapak Sukiman, S.Pd., MM, menyampaikan sambutan sekaligus ucapan terima kasih kepada seluruh orang tua yang telah meluangkan waktu untuk menghadiri kegiatan tersebut.

Dalam sambutannya, beliau mengapresiasi kehadiran para orang tua sebagai bentuk perhatian dan kepedulian terhadap pendidikan putra-putri mereka. Menurut beliau, keterlibatan orang tua sangat diperlukan agar proses pendidikan yang berlangsung di sekolah dapat berjalan seiring dengan pendampingan yang diberikan di rumah.

Beliau menegaskan bahwa pendidikan tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi juga membutuhkan peran aktif keluarga. Sekolah bertugas memberikan pembelajaran, bimbingan, serta kesempatan bagi peserta didik untuk mengembangkan potensi mereka. Sementara itu, orang tua memiliki peran penting dalam menanamkan nilai-nilai kehidupan, membangun kebiasaan positif, memberikan perhatian, dan mengawasi perkembangan anak sehari-hari.

Oleh karena itu, beliau berharap orang tua tidak hanya datang ke sekolah ketika mendaftarkan anak atau saat menghadiri acara perpisahan. Sebaliknya, orang tua diharapkan terus menjalin komunikasi dengan pihak sekolah, mengenal wali kelas, serta mengetahui guru BK yang dapat dihubungi apabila terdapat permasalahan yang berkaitan dengan pendidikan maupun perilaku anak.

Bapak Sukiman juga mengingatkan bahwa komunikasi sederhana antara orang tua dan anak memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan peserta didik. Orang tua dapat memulai dengan membiasakan pertanyaan ringan, seperti bagaimana kegiatan belajar anak hari ini, apakah ada kesulitan dalam memahami pelajaran, bagaimana hubungan mereka dengan teman-teman, serta apakah terdapat persoalan yang perlu dibicarakan bersama.

Pertanyaan tersebut dapat menjadi cara untuk membangun kedekatan emosional sehingga anak merasa diperhatikan dan memiliki tempat untuk menyampaikan cerita maupun kesulitannya.

Menurut beliau, komunikasi yang baik dapat membantu orang tua mengetahui kondisi anak lebih awal. Apabila terdapat permasalahan, baik dalam pembelajaran, pergaulan, maupun kedisiplinan, orang tua dapat segera berkoordinasi dengan wali kelas atau guru BK untuk mencari solusi bersama.

Beliau berharap hubungan antara orang tua dan guru tidak hanya terjalin ketika muncul masalah, tetapi juga dalam upaya mendukung perkembangan dan pencapaian peserta didik secara berkelanjutan.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Sekolah turut menyampaikan visi SMAN 1 Amuntai, yaitu “Terwujudnya Generasi Beriman, Berkarakter, Berprestasi, Kritis, Kreatif dan Adaptif di Era Digital.”

Visi tersebut menjadi pedoman dalam pelaksanaan pendidikan di SMAN 1 Amuntai. Sekolah tidak hanya berupaya meningkatkan kemampuan akademik peserta didik, tetapi juga membentuk pribadi yang beriman, memiliki karakter baik, mampu berpikir kritis, kreatif dalam menyelesaikan persoalan, serta siap menghadapi perkembangan zaman.

Bapak Sukiman menjelaskan bahwa pembelajaran abad ke-21 menekankan empat keterampilan utama yang dikenal dengan istilah 4C, yaitu communication (komunikasi), collaboration (kolaborasi), critical thinking (berpikir kritis), dan creativity (kreativitas).

Keterampilan tersebut perlu dikembangkan melalui kegiatan pembelajaran, interaksi sosial, kegiatan organisasi, serta berbagai pengalaman yang mendorong peserta didik untuk berpikir mandiri dan bekerja sama dengan orang lain.

Beliau juga mengajak orang tua untuk mulai mengarahkan anak berdiskusi mengenai cita-cita, pendidikan lanjutan, dan rencana masa depan. Dengan demikian, peserta didik dapat lebih mengenali potensi dirinya dan memiliki motivasi untuk belajar serta mempersiapkan masa depan dengan baik.

Perkembangan teknologi digital juga menjadi salah satu perhatian dalam sambutan Kepala Sekolah. Beliau mengingatkan bahwa media sosial dapat memberikan manfaat sebagai sarana komunikasi dan memperoleh informasi, tetapi penggunaannya harus disertai sikap kritis dan tanggung jawab.

Orang tua diharapkan mendampingi anak ketika menggunakan telepon genggam dan media sosial, terutama dalam memilih konten serta memilah informasi yang diterima.

Sebelum membagikan berita, foto, atau video, peserta didik perlu memastikan kebenaran informasi dan mempertimbangkan dampaknya terhadap orang lain. Informasi yang belum jelas sumbernya sebaiknya tidak langsung diteruskan, terlebih apabila mengandung unsur penghinaan, pelecehan, pencemaran nama baik, atau informasi bohong.

Beliau mengingatkan bahwa aktivitas di dunia digital memiliki konsekuensi dan dapat menimbulkan persoalan apabila dilakukan tanpa pertimbangan. Karena itu, peserta didik perlu memahami pentingnya menjaga etika, menghormati orang lain, melindungi privasi, serta bertanggung jawab atas konten yang dibuat maupun dibagikan.

Kepala Sekolah juga mengajak orang tua untuk memberikan teladan dalam menggunakan media sosial. Dengan pendampingan yang baik, diharapkan peserta didik mampu memanfaatkan teknologi untuk belajar, mencari informasi yang bermanfaat, mengembangkan kreativitas, dan meningkatkan keterampilan diri.

Kegiatan berikutnya diisi dengan penyampaian informasi oleh Wakil Kepala Sekolah bidang Kurikulum, Ibu Hj. Rahmi Fahrida, S.Pd. Dalam pemaparannya, beliau memperkenalkan para wali kelas dan guru pendamping yang bertugas mendampingi peserta didik kelas X dan XI.

Pengenalan ini bertujuan agar orang tua mengetahui pihak yang dapat dihubungi apabila membutuhkan informasi mengenai perkembangan akademik, kehadiran, kedisiplinan, maupun persoalan lain yang dihadapi anak selama mengikuti kegiatan sekolah.

Adapun daftar wali kelas yang diperkenalkan dalam kegiatan tersebut adalah sebagai berikut.

Wali Kelas X

·        Kelas X-1: Ibu Rina Mustika, S.Pd yang mengajar mata pelajaran Matematika.

·        Kelas X-2: Ibu Fahriah, S.Pd yang mengajar mata pelajaran Bahasa Indonesia.

·        Kelas X-3: Bapak Deny Nataly Molanda, S.Pd yang mengajar mata pelajaran Fisika.

·        Kelas X-4: Ibu Ani Rubiati, S.Pd yang mengajar mata pelajaran PJOK.

·        Kelas X-5: Ibu Nor Fikriah, S.Pd yang mengajar mata pelajaran Sejarah.

Wali Kelas XI

·        Kelas XI-A1: Ibu Hj. Hildawati, S.Pi yang mengajar mata pelajaran Kewirausahaan.

·        Kelas XI-A2: Ibu Anita Rusvarina, S.P yang mengajar mata pelajaran Bahasa Inggris.

·        Kelas XI-A3: Ibu Titik Wiji Puji Astuti, S.Pd yang mengajar mata pelajaran  Matematika.

·        Kelas XI-S1: Ibu Eliyani, S.Pd yang mengajar mata pelajaran Bahasa Indonesia.

·        Kelas XI-S2: Ibu Septia Rahmida, S.Pd yang mengajar mata pelajaran Sosiologi.

Selain memperkenalkan wali kelas, Ibu Hj. Rahmi Fahrida juga menyampaikan informasi mengenai guru BK yang mendampingi peserta didik.

Untuk kelas X-1 sampai X-5, pendampingan BK dilakukan oleh Ibu Retno Megawati, S.Pd. Sementara itu, peserta didik kelas XI-A1 sampai XI-S2 mendapatkan pendampingan dari Ibu Mutia Permatasari, S.Pd.

Guru BK memiliki peran dalam membantu peserta didik menghadapi berbagai persoalan yang berkaitan dengan pembelajaran, penyesuaian diri, hubungan sosial, kedisiplinan, serta perencanaan masa depan. Orang tua diharapkan dapat berkomunikasi dengan guru BK apabila menemukan perubahan perilaku atau permasalahan yang memerlukan perhatian lebih lanjut.

Dalam kesempatan tersebut, Bapak Mahlian Noor, S.Ag., yang mengajar mata pelajaran Pendidikan Agama Islam, juga menjadi bagian dari tenaga pendidik yang mendukung pembentukan karakter dan penguatan nilai-nilai keagamaan peserta didik.

Ibu Hj. Rahmi Fahrida mengimbau orang tua agar tidak ragu menghubungi wali kelas masing-masing ketika membutuhkan informasi atau ingin menyampaikan hal penting mengenai kondisi anak. Komunikasi yang terjalin dengan baik akan membantu sekolah memberikan pendampingan yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik.

Beliau turut mengingatkan bahwa penggunaan telepon genggam dapat diarahkan untuk mendukung pembelajaran, salah satunya melalui platform pendidikan seperti Ruangguru. Orang tua dapat mendampingi anak memilih sumber belajar yang sesuai dengan kebutuhan, kemampuan, dan kondisi keluarga.

Agenda selanjutnya diisi dengan penyampaian tata tertib sekolah oleh Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan, Ibu Hj. Rahmawati, M.Pd. Dalam pemaparannya, beliau mengingatkan bahwa kedisiplinan merupakan bagian penting dari pembentukan karakter peserta didik.

Peraturan sekolah dibuat untuk menciptakan lingkungan belajar yang tertib, aman, nyaman, dan mendukung proses pendidikan. Oleh karena itu, kepatuhan terhadap tata tertib membutuhkan kerja sama antara peserta didik, guru, dan orang tua.

Ibu Hj. Rahmawati menjelaskan bahwa peserta didik wajib mengenakan seragam sesuai jadwal yang telah ditentukan, yaitu:

·        Senin dan Rabu: atasan putih dan bawahan abu-abu.

·        Selasa dan Kamis: atasan batik dan bawahan abu-abu.

·        Jumat: seragam Pramuka.

Peserta didik juga diwajibkan mengenakan seragam dengan rapi, termasuk memasukkan baju sesuai ketentuan sekolah. Pada hari Senin, peserta didik menggunakan topi sesuai ketentuan upacara.

Bagi siswi yang mengenakan kerudung, penggunaannya harus mengikuti ketentuan seragam sekolah dan menggunakan kerudung berlabel sekolah sesuai aturan yang berlaku.

Selain itu, celana dan rok tidak diperkenankan terlalu ketat. Sepatu harus didominasi warna hitam dengan tetap memperhatikan ketentuan sekolah.

Dalam hal penampilan, peserta didik diingatkan agar tidak menggunakan riasan secara berlebihan. Penggunaan kosmetik perlu disesuaikan dengan usia dan lingkungan pendidikan. Orang tua diharapkan turut mengingatkan anak agar senantiasa tampil rapi, sederhana, dan sesuai aturan sekolah.

Kedisiplinan waktu juga menjadi perhatian penting dalam penyampaian tata tertib. Peserta didik diharapkan hadir tepat waktu agar dapat mengikuti seluruh kegiatan sejak pagi.

Jadwal kegiatan sekolah yang disampaikan dalam forum tersebut adalah:

·        Senin sampai Kamis: masuk pukul 07.30 WITA dan pulang pukul 16.30 WITA.

·        Jumat: masuk pukul 07.30 WITA dan pulang pukul 11.30 WITA.

Orang tua diharapkan membantu anak mempersiapkan diri sejak pagi, termasuk mengatur waktu keberangkatan agar tidak terlambat, khususnya bagi peserta didik yang tinggal jauh dari sekolah.

Apabila peserta didik tidak dapat hadir karena sakit atau alasan penting lainnya, orang tua diminta memberikan pemberitahuan kepada wali kelas melalui surat atau telepon sesuai ketentuan sekolah.

Dalam kondisi cuaca tertentu, seperti kabut yang dapat memengaruhi keselamatan perjalanan, waktu masuk sekolah dapat menyesuaikan pengumuman resmi dari pihak sekolah. Orang tua diharapkan mengikuti informasi tersebut agar dapat mempersiapkan keberangkatan anak dengan baik.

SMAN 1 Amuntai juga melaksanakan pembiasaan keagamaan sebagai bagian dari pendidikan karakter. Pada Selasa, Rabu, Kamis, dan Jumat, kegiatan pagi meliputi salat Duha, pembacaan Asmaul Husna, dan tadarus Al-Qur'an sebelum pembelajaran dimulai. Sementara itu, hari Senin diawali dengan upacara bendera.

Ibu Hj. Rahmawati mengharapkan dukungan orang tua dalam membantu anak mempersiapkan perlengkapan ibadah dan menjaga kesiapan diri sebelum berangkat ke sekolah.

Bagi peserta didik yang memerlukan perlengkapan ibadah, khususnya siswi yang perlu membawa mukena, orang tua diharapkan membantu memastikan perlengkapan tersebut telah disiapkan. Kesiapan ini akan mendukung kelancaran kegiatan keagamaan yang menjadi bagian dari rutinitas sekolah.

Melalui pembiasaan tersebut, sekolah berharap peserta didik tidak hanya memperoleh pengetahuan akademik, tetapi juga memiliki kebiasaan positif, kedisiplinan, dan kesadaran dalam menjalankan ibadah.

Pada sesi berikutnya, Guru Bimbingan dan Konseling, Ibu Mutia Permatasari, S.Pd., menyampaikan sejumlah hal yang memerlukan perhatian orang tua, khususnya terkait kebiasaan beribadah, penampilan, penggunaan media sosial, dan pergaulan peserta didik.

Beliau menjelaskan bahwa keberhasilan pembinaan peserta didik membutuhkan komunikasi yang baik antara sekolah dan keluarga. Pengawasan orang tua di rumah akan membantu sekolah dalam membiasakan perilaku positif dan mencegah kebiasaan yang dapat mengganggu proses belajar.

Ibu Mutia mengingatkan pentingnya kesiapan peserta didik dalam mengikuti kegiatan salat Duha. Siswi diharapkan membawa mukena ketika diperlukan dan memahami ketentuan ibadah sesuai kondisi masing-masing.

Orang tua dapat membantu mengingatkan anak untuk mempersiapkan perlengkapan ibadah sejak malam sebelumnya agar tidak tertinggal ketika berangkat ke sekolah.

Beliau juga mengajak orang tua membangun komunikasi yang baik dengan anak mengenai kebiasaan beribadah dan tanggung jawab pribadi. Pendekatan yang penuh perhatian diharapkan dapat membantu peserta didik lebih mandiri dalam menjaga kesiapan diri serta menjalankan kewajibannya.

Dalam hal penampilan, guru BK kembali mengingatkan agar peserta didik tidak menggunakan riasan secara berlebihan dan tetap mengikuti ketentuan sekolah. Orang tua diharapkan memberikan arahan yang bijaksana agar anak memahami pentingnya menjaga kerapian, kesederhanaan, dan sikap yang sesuai dengan lingkungan pendidikan.

Pembinaan ini bukan semata-mata berkaitan dengan penampilan luar, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun kedisiplinan dan tanggung jawab peserta didik terhadap aturan yang telah disepakati.

Ibu Mutia turut mengingatkan orang tua mengenai penggunaan media sosial oleh peserta didik, khususnya ketika menggunakan seragam sekolah dalam konten yang diunggah ke TikTok atau platform lainnya.

Peserta didik diharapkan mampu memahami batasan penggunaan media sosial, menjaga etika, dan mempertimbangkan dampak setiap unggahan. Orang tua dapat mendampingi anak dengan memberikan pemahaman tentang konten yang pantas dibagikan, pentingnya menjaga privasi, serta tanggung jawab dalam menggunakan identitas sekolah di ruang digital.

Pengawasan yang baik sebaiknya disertai komunikasi terbuka, sehingga anak merasa nyaman untuk berdiskusi apabila menemukan persoalan di media sosial maupun dalam pergaulan.

Hal lain yang menjadi perhatian dalam arahan guru BK adalah pencegahan kebiasaan merokok di kalangan peserta didik. Orang tua diminta memberikan perhatian terhadap aktivitas dan lingkungan pergaulan anak serta membangun kebiasaan hidup sehat sejak dini.

Apabila orang tua menemukan perubahan perilaku atau indikasi adanya kebiasaan yang berisiko, komunikasi dengan wali kelas dan guru BK dapat menjadi langkah awal untuk mendapatkan pendampingan.

Melalui pendekatan yang mengutamakan pembinaan, komunikasi, dan tanggung jawab bersama, sekolah dan keluarga diharapkan dapat membantu peserta didik memahami konsekuensi perilakunya serta belajar mengambil keputusan yang lebih baik.

Setelah seluruh rangkaian penyampaian materi selesai, kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh Bapak Mahlian Noor, S.Ag.

Doa dipanjatkan sebagai ungkapan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan serta harapan agar seluruh peserta didik SMAN 1 Amuntai diberikan kemudahan dalam menuntut ilmu, memperoleh keberkahan dalam proses pendidikan, dan tumbuh menjadi generasi yang beriman, berkarakter, serta bermanfaat bagi masyarakat.

Doa bersama ini juga menjadi penutup rangkaian kegiatan sebelum acara diakhiri oleh pembawa acara.

Pada penghujung kegiatan, Ibu Aulia Maftuhah, S.Pd., selaku pembawa acara, menyampaikan terima kasih kepada seluruh orang tua dan pihak sekolah yang telah mengikuti kegiatan Forum Silaturahmi Orang Tua dan Guru dengan baik.

Beliau juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama memandu acara terdapat kekurangan dalam penyampaian maupun hal-hal lain yang kurang berkenan.

Kegiatan kemudian ditutup dengan harapan agar silaturahmi yang telah terjalin dapat terus dipelihara dan menjadi dasar bagi komunikasi yang lebih baik antara sekolah dan keluarga.

Melalui Forum Silaturahmi Orang Tua dan Guru ini, SMAN 1 Amuntai berharap hubungan yang harmonis antara sekolah dan keluarga dapat terus terjaga. Orang tua diharapkan aktif menjalin komunikasi dengan wali kelas dan guru BK, sedangkan pihak sekolah akan terus berupaya memberikan pendampingan sesuai kebutuhan peserta didik.

Dengan sinergi yang kuat, perhatian yang tulus, dan komunikasi yang berkesinambungan, SMAN 1 Amuntai berkomitmen untuk mendukung lahirnya generasi yang beriman, berkarakter, berprestasi, kritis, kreatif, dan adaptif di era digital.

Bersama orang tua dan guru, kita wujudkan lingkungan pendidikan yang positif untuk mendukung tumbuh kembang dan masa depan peserta didik SMAN 1 Amuntai. (smansa/Rini Hartati)

Pencarian

Video PPDB

PPDB

Kalender

Oktober 2026

Mg Sn Sl Rb Km Jm Sb
1 2 3
4 5 6 7 8 9 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30 31