Pesantren Ramadhan 1447 H SMAN 1 Amuntai "Pembinaan Iman, Karakter, dan Literasi Digital"
SMAN 1
Amuntai kembali menyelenggarakan rangkaian Kegiatan Pesantren Ramadhan 1447 Hijriah
pada Senin, 23 Februari 2026.
Agenda tahunan ini diikuti oleh seluruh peserta didik, dewan guru, serta staf
sekolah dengan penuh antusiasme sebagai bentuk pembinaan keagamaan dan
pembentukan karakter selama bulan suci Ramadhan.
Kegiatan terbagi menjadi dua lokasi, yaitu di Musholla Subulussalam untuk
santriwati dan di Aula SMAN 1 Amuntai
untuk santri, dengan pengisi materi masing-masing yaitu Ustadzah Hj. Lina Helwaty, Lc dan Ustadz Dr. Mahmud, M.Pd.I.

Kegiatan dimulai dengan pembacaan Asmaul Husna, dilanjutkan
dengan shalat dhuha bersama
serta tadarus yang
dipimpin oleh Bapak Rahmanoor, S.Pd.
Suasana khusyuk terpancar dari seluruh peserta didik yang memenuhi musholla.

Selanjutnya, acara resmi dibuka oleh Kepala
Sekolah, Bapak Sukiman, S.Pd., MM.
Dalam sambutannya beliau menegaskan bahwa kegiatan Pesantren Ramadhan merupakan
kesempatan berharga bagi seluruh siswa untuk memperdalam ilmu agama,
meningkatkan akhlak, serta memperkuat semangat belajar meskipun sedang
menjalani ibadah puasa.
Beliau juga menekankan pentingnya dukungan orang tua:
"Saya meminta orang tua agar memberikan motivasi kepada anak-anak
untuk tetap semangat belajar dan mengikuti pesantren Ramadhan. Materi yang
disampaikan para ustadz dan ustadzah sangat bermanfaat bagi pembentukan
karakter,” ujarnya.
Dengan menyampaikan amanat dari Kementerian
melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, beliau menutup sambutan dengan resmi
membuka kegiatan Pesantren Ramadhan 1447 H.
Dalam sesi materi, Bapak Sukiman, S.Pd., MM memberikan
pembinaan mengenai literasi digital,
sebagai respons terhadap tantangan era modern yang begitu cepat berubah. Beliau
menjelaskan bahwa teknologi informasi kini menjadi bagian dari kehidupan
sehari-hari, bahkan dunia seolah berada dalam genggaman melalui smartphone.
Beberapa poin penting yang disampaikan:
1.
Etika Bermedia Sosial
·
Tidak menggunakan bahasa kasar atau menghakimi.
·
Tidak melakukan perundungan (bullying)
di dunia maya.
·
Menyadari bahwa tindakan menjatuhkan martabat
orang lain dapat berkonsekuensi hukum.
2.
Komunikasi Digital yang Baik
·
Membiasakan penggunaan kalimat sopan: “tolong”,
“maaf”, “terima kasih”.
·
Tidak tergesa-gesa bereaksi; menunda emosi
sebelum membalas pesan.
3.
Konten Positif
·
Membuat konten bermanfaat, ringkas, dan tidak
bertele-tele.
·
Mengutamakan pesan edukatif dan inspiratif.
4.
Sikap Terbaik di Dunia Digital
·
Kritis terhadap informasi.
·
Melakukan verifikasi dan klarifikasi.
·
Membuat narasi tandingan jika menemukan hoaks.
·
Terus meningkatkan literasi digital.

Setelah penyampaian materi, seluruh peserta didik
diarahkan kembali ke kelas masing-masing untuk melanjutkan tadarus Al-Qur'an. Suasana
tenang dan penuh kekhidmatan tampak dari setiap kelas mulai tingkat X hingga
XII.

Selesai tadarus siswi di arahkan ke Musholla Subulussalam untuk
mendapatkan materi khusus bertema Fiqih
Wanita oleh Ustadzah Hj. Lina Helwaty, Lc. Beberapa poin
penting yang disampaikan antara lain:
Waktu
Terbaik dalam Setahun
·
Hari Arafah adalah hari terbaik, bahkan sebagian
ulama menyebut lebih utama dari malam Lailatul Qadar.
·
Hari Jumat juga memiliki kemuliaan tersendiri.
Puasa
Ramadhan
·
Puasa wajib sehingga perlu diupayakan dengan
sungguh-sungguh.
·
Pengertian puasa: menahan makan, minum, serta
hal-hal yang membatalkan sejak fajar hingga matahari terbenam.
Rukun
dan Syarat Puasa
·
Niat,
dilakukan dari Magrib hingga fajar.
·
Menahan
diri dari pembatal puasa.
·
Wanita wajib suci dari haid dan nifas.
Kelompok
yang Dibolehkan Tidak Puasa
·
Orang sakit, lansia, wanita hamil, menyusui, dan
musafir.
Pembatal
Puasa
·
Makan dan minum sengaja.
·
Keluar mani secara sengaja.
·
Muntah disengaja.
·
Haid dan nifas.
Yang
Tidak Membatalkan Puasa
·
Mandi malam.
·
Berkumur.
·
Mencicipi makanan tanpa menelannya.
·
Mengakhirkan mandi junub hingga fajar.
Dalam sesi tanyajawab, Raifa Ramadhani bertanya: Apakah tidur seharian penuh membatalkan puasa? Ustadzah menjawab bahwa puasa tidak batal, namun
meninggalkan shalat fardu adalah dosa
besar.

Di Aula SMAN 1 Amuntai, santri mengikuti kajian
Fiqih Pria di sampaikan oleh Ustadz Dr. Mahmud. M.Pd.I. Adapun materi yang
dibahas antara lain:
Praktik
Shalat dan Mazhab
·
Puasa sesuai mazhab manapun adalah benar selama
memiliki dasar syar'i.
·
Sujud sahwi dilakukan saat ragu jumlah rakaat.
·
Shalat adalah ibadah pertama yang dihisab di
akhirat.
Keringanan
dalam Shalat
·
Shalat dapat dilakukan dalam berbagai kondisi,
kecuali meninggal dunia.
·
Makruh:
jika dilakukan tidak mendapat pahala, jika ditinggalkan mendapat pahala.
·
Mazbuk:
makmum yang tertinggal rakaat dari imam.
·
Jama’
Takdim, Jama’
Takhir, dan Qashar
dengan ketentuan jarak minimal 80 km.
Dalam sesi tanyajawab, Nasrullah bertanya mengenai tata cara
sujud sajadah. Ustadz menjelaskan bahwa
sujud sajadah dilakukan setelah membaca ayat sajadah dengan menambah bacaan pendek.
Naufal Saubari
bertanya tentang jama' dalam perjalanan, dan dijelaskan bahwa jama’ boleh
dilakukan menurut ketentuan syariat.
Rangkaian kegiatan hari itu ditutup dengan doa
bersama. Suasana haru dan kekhidmatan terasa ketika seluruh peserta memohon
keberkahan Ramadhan agar menjadi pribadi yang lebih baik, disiplin, dan
berakhlak mulia.
Kegiatan Pesantren Ramadhan 1447 H ini diharapkan
dapat membentuk peserta didik yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi
juga matang secara spiritual dan memiliki karakter terpuji selaras dengan nilai
yang dijunjung oleh SMAN 1 Amuntai.
(smansa/Rini Hartati)
